Dua Gol Spektakuler Diouf di Injury Time Bawa Inter Milan Comeback Lawan Karlsruher
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menundukkan Karlsruher 2-1 dalam laga uji coba pramusim di Jerman berkat dua gol Andy Diouf di masa tambahan waktu.
- Pemain muda Prancis itu menjadi pahlawan setelah tim sempat tertinggal akibat gol Tim Civeja dari tuan rumah.
- Penampilan impresif Diouf menimbulkan spekulasi bahwa ia bisa menjadi solusi jangka panjang di posisi sayap kanan Nerazzurri.

Dua gol gelandang Andy Diouf pada injury time menyelamatkan Inter Milan dari kekalahan saat menaklukkan Karlsruher 2โ1 dalam laga uji coba pramusim di Jerman, Sabtu (26/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi ujian sesungguhnya pertama bagi skuad asuhan Cristian Chivu setelah sebelumnya menang telak 16โ0 atas klub lokal.
Inter mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, namun kesulitan menjebol pertahanan rapat Karlsruher. Pelatih Chivu melakukan rotasi besar-besaran di babak kedua, memasukkan nama-nama seperti Benjamin Pavard, Davide Frattesi, dan Federico Dimarco. Justru tuan rumah yang lebih dulu memecah kebuntuan lewat serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Tim Civeja.
Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan tekanan. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk tendangan Luka Topalovic yang digagalkan kiper dan sundulan Pavard yang masih bisa diamankan. Karlsruher nyaris menggandakan keunggulan lewat tembakan Ramirez yang meleset tipis. Saat laga seolah akan berakhir dengan kekalahan, Diouf tampil sebagai pahlawan.
Gol pertama Diouf tercipta pada menit ke-90+3. Memanfaatkan sepak pojok Dimarco yang disapu keluar, bola jatuh di kaki Diouf di luar kotak penalti. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan keras yang membobol gawang melalui kerumunan pemain. Hanya berselang beberapa menit, Diouf kembali menunjukkan kelasnya. Menerima bola di sisi kanan area penalti, ia menekuk bola dengan kaki kiri ke sudut jauh, tak terjangkau kiper Karlsruher.
"Saya melihat diri saya lebih sebagai gelandang tengah, tetapi jika terus tampil seperti ini, mungkin Inter sudah memiliki pewaris Denzel Dumfries di sisi kanan," ujar Diouf seusai pertandingan, seperti dikutip media Italia.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pertandingan ini menyajikan tontonan menarik. Inter Milan memiliki basis pendukung besar di tanah air, dan performa pemain muda seperti Diouf menjadi sorotan. Kemenangan comeback ini menunjukkan ketangguhan mental dan kedalaman skuad Nerazzurriโnilai yang bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam membangun mental juara dan memberikan kesempatan pada pemain muda.
Dengan dua gol spektakuler di laga pramusim, Diouf kini semakin percaya diri. Pertanyaan besarnya adalah apakah ia akan mendapatkan tempat reguler di tim utama musim depan? Jika terus mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin gelandang 22 tahun itu akan menjadi salah satu andalan baru Inter di Serie A dan Liga Champions.



