Andrea Pirlo Buka Suara: Kontroversi Sponsor Judi Rusia Hancurkan Peluang Jadi Pelatih Italia
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo merilis pernyataan di media sosial setelah terungkap sebagai duta global bandar judi Rusia Fonbet, yang berujung pada batalnya ia menjadi kandidat pelatih timnas Italia.
- Pirlo menegaskan kerja samanya dengan Fonbet murni bersifat komersial dan olahraga, bukan politik, serta mengaku sedih dengan perdebatan yang menyeret namanya.
- Kontroversi ini memaksa FIGC mencari alternatif lain, dengan risiko teknis direktur Paolo Maldini mundur jika tak bisa mendatangkan pelatih pilihannya.

Andrea Pirlo akhirnya angkat bicara setelah kontroversi kerja samanya dengan bandar judi Rusia Fonbet menghancurkan peluangnya menjadi pelatih timnas Italia. Dalam pernyataan di Instagram, legenda sepak bola Italia itu membantah tudingan politik dan menegaskan cintanya pada Tanah Air tidak tergantung pada jabatan.
Mantan gelandang berusia 45 tahun itu sempat menjadi favorit menggantikan Roberto Mancini setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran. Namun, perjalanannya menuju kursi panas Azzurri langsung terhenti saat publik mengetahui statusnya sebagai duta global Fonbetโlangkah yang kontroversial karena perjudian dilarang di Italia dan kunjungannya ke Moskow pada Mei lalu menuai kecaman.
Dalam pernyataan tertulis, Pirlo mengaku menyaksikan dengan kesedihan mendalam perdebatan yang berkembang. โSaya memilih diam demi menghormati institusi, federasi, dan semua pihak yang terlibat. Tapi saya merasa perlu meluruskan beberapa hal,โ tulisnya. Ia menekankan selalu mematuhi hukum di negara tempatnya bekerja dan kontrak yang ditandatangani.
Pirlo menjelaskan bahwa kerja sama dengan Fonbet berawal dari pengalaman profesionalnya di Uni Emirat Arab dan murni bersifat komersial serta olahraga. โMengartikan kerja ini sebagai tindakan politik berarti menisbatkan keyakinan yang tidak pernah saya miliki,โ tegasnya. Ia juga berterima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas kepercayaan yang diberikan, seraya menyesalkan bahwa pilihan olahraga telah diseret ke konfrontasi publik yang keliru.
Konteks Indonesia: Kasus ini mengingatkan pada bahaya keterlibatan figur publik dengan industri perjudian, terutama di negara dengan regulasi ketat seperti Indonesia. Sponsor dari bandar judi sering kali menjadi bumerang bagi reputasi atlet dan pelatih, mirip dengan kontroversi yang melanda beberapa pesepak bola Tanah Air akibat promosi situs judi online. Pengamat sepak bola Indonesia menilai bahwa integritas pelatih harus dijaga tanpa noda, apalagi jika menyangkut hubungan dengan negara yang bermasalah secara politik.
Meski pernyataan Pirlo tidak secara formal menarik diri dari pencalonan, kecil kemungkinan ia bisa mengatasi kontroversi ini. FIGC kini harus mencari kandidat lain, dengan risiko terbesar teknis direktur Paolo Maldini bisa mengundurkan diri jika gagal mendatangkan pelatih incarannya. Pertanyaannya, siapa yang bisa mengisi kekosongan itu tanpa menimbulkan kontroversi baru?



