Turun Berat Badan Drastis, Tyson Fury Kembali ke Ring Usai 15 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Tyson Fury tampil lebih ringan 26 pon dari lawannya, Mariusz Wach, pada sesi timbang badan jelang duel di Thailand.
- Pertarungan ini menjadi ajang pemanasan bagi Fury sebelum laga besar yang direncanakan melawan Anthony Joshua.
- Fury mengincar jadwal padat sepanjang tahun ini setelah hanya bertarung sekali dalam dua tahun terakhir.

Tyson Fury, petinju kelas berat asal Inggris, mencatatkan momen langka dalam kariernya saat sesi penimbangan resmi menjelang pertarungan melawan Mariusz Wach di Pattaya, Thailand, Jumat (14/2). Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, Fury tampil lebih ringan dari lawannyaโsebuah sinyal keseriusan sang mantan juara dunia untuk kembali ke jalur kemenangan.
Fury, yang kini berusia 37 tahun, menunjukkan berat 120 kilogram (18 stone 13 pon), terpaut 12 kilogram lebih ringan dibandingkan Wach yang mencapai 132 kilogram (20 stone 11 pon). Ini merupakan kali keempat sepanjang 38 pertarungan profesionalnya di mana Fury lebih ringan dari lawan. Terakhir kali ia mengalami hal serupa adalah saat berhadapan dengan Derek Chisora pada 2011.
Pertarungan di Thailand ini digelar tanpa siaran televisi dan hanya disaksikan sekitar 1.500 penonton langsung. Meski demikian, Fury tampak percaya diri dan santai. Mengenakan jubah desainer dan kalung salib besar, ia bercanda dengan Wach saat sesi foto bersama. "Saya Mr. Slim sekarang. Saya senang berada di sini, ada penggemar dari seluruh dunia," ujar Fury.
Lawan Fury, Mariusz Wach yang berusia 46 tahun, datang dengan catatan kurang meyakinkan. Petinju asal Polandia itu menelan tujuh kekalahan dalam sepuluh laga terakhirnya, termasuk kekalahan knockout dari Moses Itauma dua tahun silam. Wach dikenal sebagai petinju bertubuh besar namun kerap kesulitan menghadapi lawan yang lebih lincah dan teknis.
Kemenangan yang diprediksi akan diraih Fury di Thailand ini menjadi batu loncatan menuju pertarungan yang sudah lama dinantikan melawan Anthony Joshua. Joshua sendiri dijadwalkan menjalani laga pemanasan melawan Kristian Prenga di Arab Saudi pada Sabtu (15/2). Jika keduanya menang, duel super antara dua petinju Inggris itu bisa terwujud dalam waktu dekat.
Fury menegaskan ambisinya untuk tampil lebih aktif di tahun ini. "Saya ingin tetap sibuk. Saya tidak bergantung pada pertarungan yang mungkin atau tidak terjadi. Tahun ini saya ingin Tyson Fury tetap sibuk. Mungkin saya bisa bertarung 10 kali tahun ini," kata Fury. Ia menambahkan, "Saya hanya bertarung sekali dalam dua tahun. Idealnya saya ingin bertinju selama 10 ronde, tapi jika bisa lebih cepat, itu juga bagus."
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan Fury vs Wach mungkin tidak terlalu menarik secara kompetitif, namun menjadi indikator penting kesiapan Fury menghadapi laga-laga besar ke depan. Jika Fury mampu tampil dominan, tekanan pada Anthony Joshua untuk menerima tantangan akan semakin besar. Sebaliknya, jika Fury tampil meyakinkan, peta persaingan kelas berat dunia akan kembali memanas.
Pertanyaan selanjutnya: akankah duel Fury-Joshua benar-benar terjadi tahun ini, atau justru kembali tertunda karena berbagai kepentingan bisnis dan politik di balik ring?



