Insiden Leclerc Warnai GP Italia: Balapan Dihentikan, Lalu Dimulai Ulang
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan keras Charles Leclerc di tikungan Parabolica memaksa GP Italia dihentikan sementara pada lap kedua.
- Insiden ini terjadi setelah persaingan ketat dengan rekan setim Lewis Hamilton, yang sempat terlempar ke posisi 11 di tikungan pertama.
- Balapan kembali digelar setelah perbaikan pembatas ban, dengan George Russell memimpin dari posisi terdepan.

MONZA, 6 September โ Grand Prix Italia berubah menjadi drama ketika pembalap Ferrari, Charles Leclerc, mengalami kecelakaan keras di tikungan Parabolica pada akhir lap kedua, Minggu. Insiden tersebut memaksa balapan di Sirkuit Monza dihentikan sementara dan kemudian dimulai ulang setelah petugas memperbaiki pembatas ban yang rusak.
Leclerc, yang start dari posisi ketiga, kehilangan kendali mobilnya saat melaju kencang di tikungan cepat tersebut. Mobilnya menghantam pembatas dengan keras, memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar tifosi yang memadati tribun. Beruntung, pembalap asal Monako itu dilaporkan selamat dan sempat duduk di rumput di belakang pembatas sebelum dibawa ke pusat medis sirkuit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan ini terjadi setelah persaingan sengit di awal balapan. Rekan setim Leclerc, Lewis Hamilton, yang start di posisi keempat, mencoba menyalip dari sisi dalam di tikungan pertama. Namun, manuver tersebut berakhir dengan Hamilton yang terdorong keluar trek dan masuk ke area kerikil, membuatnya melorot ke posisi 11. "Charles mendorong saya keluar," keluh Hamilton melalui radio tim, sebuah insiden yang kemudian dicatat oleh stewards balapan.
Televisi menunjukkan bahwa Leclerc, yang berada di posisi keempat dan mendapat tekanan dari pembalap McLaren, Oscar Piastri, mengalami wheelspin dan menyentuh garis putih di tepi trek sebelum meluncur keluar dengan kecepatan tinggi. Insiden ini memunculkan pertanyaan tentang tekanan mental yang dialami pembalap Ferrari di depan pendukungnya sendiri, terutama setelah start yang kurang mulus.
Balapan sempat dilanjutkan dengan safety car, namun kemudian bendera merah dikibarkan pada lap keempat. Setelah penundaan sekitar setengah jam untuk memperbaiki pembatas, para pembalap kembali ke grid untuk start ulang. Namun, upaya restart pertama gagal karena Yuki Tsunoda, pembalap pengganti Racing Bulls, tidak berada di posisi grid yang benar. Akhirnya, balapan dimulai ulang dengan George Russell dari Mercedes memimpin di depan.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, insiden ini menambah bumbu persaingan musim ini. Dengan banyaknya penggemar setia Ferrari di tanah air, kecelakaan Leclerc tentu menjadi momen yang mendebarkan. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana dinamika internal Ferrari memengaruhi performa tim. Persaingan antara Leclerc dan Hamilton, yang baru bergabung musim ini, menjadi sorotan utama. Apakah ini akan memicu ketegangan di dalam tim seperti yang terjadi pada masa-masa sebelumnya?
Menurut analis balap, kecelakaan semacam ini sering kali menjadi titik balik bagi pembalap untuk bangkit. Leclerc, yang dikenal memiliki kecepatan dan determinasi tinggi, diharapkan dapat segera melupakan insiden ini dan fokus pada balapan-balapan berikutnya. Sementara itu, Hamilton, yang berpengalaman dalam situasi sulit, pasti akan mencoba memanfaatkan momentum untuk memperbaiki posisinya di klasemen.
Dengan musim yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: apakah Ferrari mampu mengelola dua pembalap bintangnya tanpa mengorbankan peluang juara? Atau justru persaingan internal ini akan menjadi bumerang bagi tim asal Italia tersebut? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: GP Italia tahun ini akan dikenang sebagai salah satu balapan paling dramatis dalam sejarah Monza.



