Iva Jovic Tumbangkan Sahabat di US Open: Kemenangan yang Menguras Emosi
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika berusia 18 tahun, Iva Jovic, mengalahkan Alexandra Eala dari Filipina dalam laga tiga set yang menegangkan di Arthur Ashe Stadium.
- Kemenangan ini mengantarkan Jovic ke babak keempat US Open, sekaligus memperpanjang rekor pertemuan menjadi 3-0 atas Eala.
- Jovic akan menghadapi unggulan keempat Coco Gauff di babak selanjutnya, sebuah laga yang dinantikan publik Amerika.

NEW YORK โ Persahabatan dikesampingkan saat Iva Jovic dan Alexandra Eala bertarung sengit di lapangan Arthur Ashe Stadium, Sabtu (5/9) waktu setempat. Petenis Amerika berusia 18 tahun itu akhirnya menang 7-5, 3-6, 7-5 dalam pertarungan tiga jam yang menegangkan, memastikan tempat di babak keempat US Open.
Jovic dan Eala, yang dikenal dekat, sebelumnya sempat bermain ganda santai bersama ayah mereka masing-masing saat Fan Week di New York. Namun, begitu pertandingan resmi dimulai, tidak ada ruang untuk sentimentalitas. Jovic mengakui laga ini terasa seperti maraton yang menguras fisik dan mental.
"Rasanya seperti maraton. Saya merasa kehilangan akal lima kali untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi itu sepadan dengan perasaan ini," ujar Jovic di lapangan. "Saya biasanya tidak menunjukkan banyak emosi. Tapi yang ini benar-benar berarti bagi saya. Ini segalanya bisa bermain lagi di US Open."
Kemenangan ini menjadi titik terang di tengah hari yang kelam bagi tenis Amerika. Sejumlah nama besar seperti Taylor Fritz, Madison Keys, dan Amanda Anisimova tersingkir lebih awal. Jovic, yang kini menempati peringkat tertinggi kariernya di posisi 14, sebelumnya belum pernah melewati babak kedua dalam dua penampilan US Open. Namun, musim ini ia sudah mencapai babak keempat di tiga turnamen Grand Slam.
Pertandingan ini juga menyoroti rivalitas sehat antara dua pemain muda yang menjanjikan. Eala, yang berusia 21 tahun, sempat bangkit di set kedua dan memaksa Jovic bermain lebih keras. Di set penentu, Jovic sempat tertinggal 2-4 sebelum akhirnya berhasil membalikkan keadaan. Ketangguhan mental Jovic menjadi kunci kemenangannya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, laga ini menarik karena Eala adalah salah satu harapan Asia Tenggara. Meski kalah, performa Eala menunjukkan bahwa tenis putri di kawasan ini semakin kompetitif. Kehadiran pemain seperti Eala bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia untuk menembus panggung Grand Slam.
Kemenangan Jovic juga menegaskan bahwa generasi baru tenis Amerika siap bersaing di level tertinggi. Dengan Coco Gauff yang juga melaju, babak keempat nanti akan menjadi ajang pembuktian bagi Jovic. Bisakah ia mengulang performa impresifnya dan melangkah lebih jauh? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan.



