Kalah Comeback Melawan Tszyu, Errol Spence Jr Pensiun dari Ring Tinju
Baca dalam 60 detik
- Mantan juara dunia kelas welter Errol Spence Jr memutuskan gantung sarung tangan setelah takluk dari Tim Tszyu dalam laga comeback di Sydney.
- Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Spence yang pernah menjadi raja tiga sabuk (WBA, WBC, IBF) dan hanya dua kali kalah sepanjang karier profesionalnya.
- Tszyu, yang tampil dominan, kini mengincar sabuk juara dunia dan menganggap kemenangan atas legenda Spence lebih berharga dari sekadar gelar.

Petinju kelas welter Amerika Serikat, Errol Spence Jr, resmi mengucapkan selamat tinggal pada dunia tinju profesional setelah kalah mutlak dari petinju Australia, Tim Tszyu, di Sydney, Australia. Laga yang berlangsung pada akhir pekan lalu itu menjadi pukulan telak bagi Spence yang sebelumnya nyaris sempurna dengan rekor 28 kemenangan beruntun sebelum dikalahkan Terence Crawford tiga tahun silam.
Sepanjang dua belas ronde, Spence tampak kesulitan menghadapi tekanan agresif Tszyu. Petinju berusia 36 tahun itu harus mengakui keunggulan lawan setelah ketiga juri memberikan skor: 118-110, 117-111, dan 117-111 untuk Tszyu. Kekalahan ini menjadi yang kedua dalam karier profesional Spence sekaligus penanda berakhirnya era kejayaan salah satu petinju terbaik di divisi welter.
โSaya pikir ya, ini sudah cukup. Saya masih waras, uang saya bekerja sendiri, semuanya baik-baik saja. Saya punya keluarga yang indah, dan saya bersyukur bisa meninggalkan olahraga ini dengan kondisi mental dan fisik yang utuh,โ ujar Spence dalam wawancara usai pertarungan. Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa ia tidak akan kembali ke ring.
Bagi Tim Tszyu, kemenangan ini menjadi momentum terbesar dalam kariernya. Petinju berusia 30 tahun itu tampil percaya diri sejak ronde pertama dan terus mencari sasaran ke arah rahang Spence. โSaya begadang memikirkan bagaimana rasanya berhadapan dengan legenda seperti dia. Tapi pertunjukan tadi luar biasa, dan saya paham kenapa ia disebut salah satu yang terhebat. Mengalahkan Errol Spence rasanya lebih dari sekadar gelar juara dunia,โ kata Tszyu. Ia pun menegaskan ambisinya untuk merebut sabuk juara dunia secepatnya.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pensiunnya Spence menandai berakhirnya dominasi petinju Amerika di kelas welter. Generasi baru seperti Tszyu dan petinju Asia lainnya mulai mengambil alih panggung internasional. Hal ini membuka peluang bagi petinju nasional untuk bersaing di level dunia, terutama jika mereka mampu mengadopsi strategi agresif ala Tszyu yang terbukti efektif melawan petinju sekelas Spence.
Analis menilai bahwa kekalahan Spence juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya pemulihan pasca-kekalahan besar. Meski memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi, Spence gagal menemukan ritme sejak awal. โTszyu membaca pergerakan Spence dengan sempurna. Ia tidak memberi ruang dan terus menekan. Ini strategi yang sangat matang,โ ujar seorang pengamat tinju Australia.
Dengan gantung sarung tangannya Spence, kelas welter memasuki babak baru. Pertanyaan terbesar kini adalah: akankah Tszyu mampu mempertahankan momentum dan benar-benar merebut sabuk juara dunia? Atau akan muncul kejutan lain di divisi yang kian kompetitif ini?



