Inter Kunci Masa Depan Pio Esposito: Kontrak Baru Hingga 2032, Gaji Naik ke €2,7 Juta
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan resmi memperpanjang kontrak Francesco Pio Esposito hingga Juni 2032, mengamankan striker muda Italia tersebut untuk jangka panjang.
- Kesepakatan ini memanfaatkan perubahan regulasi Serie A yang kini mengizinkan kontrak enam musim, menjadi salah satu yang pertama diterapkan.
- Dengan kenaikan gaji menjadi €2,7 juta per musim, Esposito diharapkan semakin menjadi pilar utama lini serang Inter bersama Lautaro Martinez.

Inter Milan resmi mengunci masa depan penyerang muda andalannya, Francesco Pio Esposito, dengan kontrak anyar yang berlaku hingga Juni 2032. Langkah ini menegaskan komitmen klub untuk menjadikan pemain berusia 21 tahun itu sebagai investasi jangka panjang di lini depan, sekaligus memanfaatkan perubahan regulasi kontrak di Serie A yang kini memperbolehkan durasi hingga enam musim.
Esposito, yang telah malang melintang di akademi Inter sejak 2014, baru saja menuntaskan masa peminjaman dua musim di Spezia (Serie B) sebelum kembali ke San Siro pada 2025. Di bawah arahan pelatih Cristian Chivu—yang pernah membesutnya di tim muda—Esposito langsung mencuri perhatian dengan menjadi starter reguler mendampingi kapten Lautaro Martinez. Dalam 53 penampilan kompetitif bersama tim senior, ia mencatatkan 12 gol dan delapan assist, kontribusi yang solid untuk pemain seusianya.
Kontrak baru ini tidak hanya memperpanjang durasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan Esposito. Dilaporkan, gaji bersihnya naik dari €1,85 juta menjadi €2,7 juta per musim—kenaikan hampir 50 persen yang mencerminkan kepercayaan klub terhadap potensinya. Di level internasional, Esposito juga tampil impresif dengan lima gol dalam sembilan caps bersama timnas Italia, debutnya terjadi pada September 2025.
Konteks regulasi menjadi sorotan menarik. Sebelumnya, aturan Italia membatasi kontrak pemain maksimal lima tahun, namun perubahan terbaru memungkinkan enam musim. Inter menjadi salah satu klub pertama yang memanfaatkan aturan ini, menunjukkan adaptasi cepat terhadap regulasi baru. Hal ini bisa menjadi preseden bagi klub-klub Serie A lain untuk mengamankan talenta muda mereka lebih lama, mengurangi risiko kehilangan pemain secara gratis atau dengan harga murah di bursa transfer.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Inter ini patut menjadi perhatian. Regulasi kontrak yang lebih panjang dapat menjadi contoh bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk mempertahankan pemain muda berbakat. Di tengah maraknya pemain naturalisasi dan eksodus talenta muda ke luar negeri, kebijakan semacam ini bisa menjadi strategi untuk menjaga stabilitas skuad dan meningkatkan nilai jual pemain di masa depan. Jika diterapkan di Liga 1, misalnya, klub-klub Indonesia bisa lebih leluasa merencanakan pembinaan jangka panjang tanpa khawatir pemain hengkang dengan status bebas transfer.
Keputusan Inter juga menggarisbawahi tren klub-klub Eropa yang semakin agresif mengamankan aset muda. Dengan durasi kontrak yang panjang, klub memiliki posisi tawar lebih kuat dalam negosiasi transfer, sekaligus memberikan rasa aman bagi pemain untuk berkembang tanpa tekanan spekulasi pasar. Esposito, yang genap berusia 21 tahun pada Juni lalu, kini memiliki panggung untuk membuktikan konsistensinya di level tertinggi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Esposito mampu memenuhi ekspektasi sebagai penerus lini serang Inter dalam jangka panjang. Dengan kontrak hingga 2032, ia memiliki waktu hampir satu dekade untuk berkembang menjadi salah satu penyerang terbaik Eropa. Akankah ia mampu menggeser dominasi Lautaro Martinez dan menjadi ikon baru Nerazzurri? Atau justru menjadi magnet bagi klub-klub raksasa lain yang siap menebusnya dengan mahal? Waktu yang akan menjawab, tetapi Inter jelas telah memasang taruhan besar pada masa depannya.



