Tottenham Siapkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Rekrut Bintang Muda Pantai Gading
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan siap memecahkan rekor transfer klub demi mendatangkan Yan Diomande, pemain sayap 19 tahun asal Pantai Gading yang dihargai £101 juta.
- Diomande, yang dijuluki 'talenta generasional', mencatatkan 13 gol dan 10 assist musim lalu serta masuk dalam 1% pemain terbaik Eropa untuk dribel produktif.
- Jika transfer gagal ke PSG, Spurs akan bergerak cepat—langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat lini sayap yang menjadi prioritas pelatih Roberto De Zerbi.

Tottenham Hotspur dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £101 juta atau setara Rp1,7 triliun untuk mengamankan jasa Yan Diomande, pemain sayap muda asal Pantai Gading yang disebut-sebut sebagai 'talenta generasional'. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub London Utara tersebut untuk kembali bersaing di papan atas Liga Inggris setelah musim lalu nyaris terdegradasi.
Menurut laporan TEAMtalk, Spurs telah menyatakan kesiapan untuk bergerak jika rencana Diomande bergabung dengan Paris Saint-Germain gagal terwujud. Klub-klub besar seperti Liverpool, Arsenal, dan PSG juga disebut mengincar pemain berusia 19 tahun yang kini membela Benfica tersebut. Namun, Tottenham disebut paling agresif dalam pendekatan awal.
Diomande mencuri perhatian setelah musim 2025/26 yang gemilang. Ia mencatatkan 13 gol dan 10 assist di lima liga top Eropa, serta masuk dalam 1% pemain terbaik untuk kategori dribel produktif dan dribel sukses per 90 menit. Analis sepak bola Eropa Bence Bocsák bahkan menyebutnya sebagai "talenta generasional" yang memiliki kemampuan membawa bola dan kecepatan setara Gareth Bale di masa jayanya.
Keputusan Tottenham untuk memburu Diomande tak lepas dari kebutuhan mendesak di lini sayap. Pelatih Roberto De Zerbi disebut menjadikan posisi winger sebagai prioritas utama setelah performa lini depan yang inkonsisten musim lalu. Dominic Solanke, yang didatangkan sebagai pengganti Harry Kane, hanya mencetak enam gol dan absen lebih dari 20 pertandingan karena cedera. Sementara itu, target utama Spurs lainnya, Eli Junior Kroupi—yang juga mantan pemain Bournemouth—memang produktif dengan 13 gol di musim debut Premier League, namun dianggap kurang unggul dalam hal kemampuan dribel dibanding Diomande.
Dari sisi keuangan, langkah ini berani namun terukur. Tottenham telah menggelontorkan £185 juta pada awal Juli untuk Mateus Fernandes dan Sandro Tonali, dan kini siap memecahkan rekor transfer klub yang saat ini dipegang oleh Tanguy Ndombele (£65 juta). Jika Diomande jadi direkrut, ia akan menjadi pemain termahal dalam sejarah Spurs.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League semakin agresif merekrut talenta muda dari Afrika dan Amerika Selatan, yang kerap menjadi idola baru di Asia. Diomande, dengan gaya bermain eksplosif dan kemampuan individu di atas rata-rata, berpotensi menjadi magnet pasar di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun, tantangan terbesar Spurs bukan hanya soal negosiasi harga. Persaingan dengan PSG, yang menjadi klub idaman Diomande, bisa menjadi batu sandungan. Apakah Tottenham mampu meyakinkan pemain muda itu untuk memilih London Utara ketimbang Paris? Atau akankah mereka kembali gagal di bursa transfer seperti musim-musim sebelumnya? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



