Tottenham Kehilangan James Maddison untuk Laga Kontra Nottingham Forest: Ujian Karakter di Tengah Krisis Gol
Baca dalam 60 detik
- Gelandang kreatif Tottenham, James Maddison, dipastikan absen pada laga tandang melawan Nottingham Forest akhir pekan ini akibat cedera bahu yang belum pulih sepenuhnya.
- Keputusan ini menambah daftar panjang pemain inti yang cedera, memaksa pelatih Roberto De Zerbi merombak lini tengah dan mencari solusi alternatif di saat tim belum mencetak gol di liga.
- Krisis ini menjadi ujian awal bagi kedalaman skuad Spurs dan bisa menentukan arah musim mereka, terutama dengan tekanan yang semakin besar pada De Zerbi untuk segera memperbaiki performa tim.

LONDON โ Tottenham Hotspur harus menghadapi kenyataan pahit jelang lawatan ke markas Nottingham Forest di City Ground, Sabtu (15/2/2025). Gelandang andalan mereka, James Maddison, dipastikan absen setelah belum pulih sepenuhnya dari cedera bahu yang dideritanya saat kekalahan dari Brentford. Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Spurs yang tengah berjuang keluar dari keterpurukan di awal musim Premier League.
Kepastian absennya Maddison diumumkan langsung oleh manajer Roberto De Zerbi dalam konferensi pers jelang pertandingan. โSรกvio sudah kembali, dan semua pemain siap bermain. Maddison baru mulai berlatih bersama kami kemarin, kondisinya baik, tapi belum cukup fit untuk diturunkan,โ ujar De Zerbi. Pernyataan ini menegaskan bahwa meski telah kembali berlatih, kesiapan fisik Maddison belum mencapai level yang dibutuhkan untuk tampil di laga sepenting ini.
Absennya Maddison menjadi ironi tersendiri bagi Spurs. Tim asal London Utara itu memulai musim dengan dua kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun. Kekalahan dari Brentford dan Newcastle menyisakan pekerjaan rumah besar bagi De Zerbi, yang baru bergabung dan dituntut untuk segera menemukan formula serangan yang tepat. Maddison, dengan visi bermain dan kemampuannya membaca celah pertahanan lawan, seharusnya menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat Nottingham Forest.
Masalah cedera di kubu Tottenham memang sudah menjadi momok. Selain Maddison, sejumlah nama besar seperti Dejan Kulusevski, Wilson Odobert, dan Xavi Simons juga masih dalam perawatan. Richarlison bahkan tidak masuk dalam skuad Premier League musim ini. Situasi ini memaksa De Zerbi untuk berpikir kreatif. Mateus Fernandes, yang selama ini diplot sebagai gelandang serang, menjadi kandidat utama mengisi posisi di belakang striker. Sementara Lucas Bergvall bisa memberikan energi tambahan dari lini tengah.
Di tengah badai cedera, ada secercah kabar baik. Savio, pemain sayap asal Brasil, dilaporkan telah pulih dari kelelahan otot yang membuatnya absen melawan Newcastle. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan dimensi baru dalam serangan Spurs. Namun, De Zerbi juga mengingatkan bahwa Mykhailo Mudryk, rekrutan anyar, hanya siap bermain dalam beberapa menit. Artinya, opsi di lini depan tetap terbatas.
Laga melawan Nottingham Forest bukan sekadar ujian taktik, melainkan juga ujian karakter. Forest, yang tampil impresif dengan menahan imbang Liverpool 2-2 di Anfield, memiliki lini serang yang berbahaya. Morgan Gibbs-White mampu mencari ruang di antara lini, Dan Ndoye punya kecepatan, dan Liam Delap yang mungkin tampil perdana bisa menjadi ancaman fisik bagi bek tengah Spurs. Jika Tottenham kembali gagal mencetak gol, tekanan terhadap De Zerbi dan para pemain akan semakin besar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak karena beberapa pemain yang disebutkan memiliki penggemar di tanah air. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana klub-klub Eropa, termasuk Tottenham, mengelola risiko cedera pemain di tengah jadwal padat. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya manajemen kebugaran pemain dan kedalaman skuad, sebuah aspek yang juga menjadi perhatian klub-klub Indonesia dalam menghadapi kompetisi domestik yang semakin ketat.
De Zerbi sendiri menegaskan bahwa timnya harus segera berbenah. โKami harus mencocokkan intensitas fisik lawan, melindungi diri dari serangan balik cepat, dan yang terpenting, menunjukkan ketajaman di kotak penalti,โ ujarnya. Pertanyaan besarnya, akankah Spurs mampu memutus puasa gol mereka di City Ground? Atau justru Nottingham Forest yang akan memanfaatkan situasi ini untuk meraih kemenangan perdana? Jawabannya akan menentukan arah awal musim kedua tim.



