Everton Incar Nakamura, Bintang Jepang yang Bersinar di Piala Dunia 2026: Jawaban untuk Masa Depan The Toffees?
Baca dalam 60 detik
- Everton membuka negosiasi dengan Stade Reims untuk merekrut pemain sayap Jepang Keith Nakamura, yang banderolnya mencapai £20 juta.
- Nakamura dianggap sebagai 'versi baru' Iliman Ndiaye—produk Ligue 2 dengan statistik mencetak gol dan menciptakan peluang yang impresif, serta tampil gemilang di Piala Dunia 2026.
- Jika terealisasi, transfer ini bisa menambah kedalaman lini serang Everton dan menjadi sinyal ambisi klub di bawah arahan David Moyes musim depan.

David Moyes tengah membidik pemain sayap Jepang Keith Nakamura sebagai amunisi baru lini depan Everton, menyusul performa apik sang pemain di Piala Dunia 2026 dan kiprahnya bersama Stade Reims di Ligue 2.
Menurut laporan Foot Mercato, Everton telah menyatakan minat konkret terhadap pemain berusia 25 tahun itu dan dikabarkan sudah menggelar pembicaraan awal. Nakamura, yang sebelumnya juga masuk radar Marseille dan Besiktas, dibanderol sekitar £20 juta oleh Reims. Angka tersebut terbilang cukup besar bagi The Toffees yang musim lalu nyaris lolos ke kompetisi Eropa, namun diyakini sepadan dengan potensi sang pemain.
Kabar ini muncul di tengah spekulasi masa depan Iliman Ndiaye, bintang Senegal yang menjadi andalan Everton musim lalu. Ndiaye, yang dibeli dari Marseille seharga £15 juta pada 2024, tampil cemerlang di Premier League dan Piala Dunia 2026—mencetak satu gol serta dua assist hanya dalam 113 menit bermain. Kini, manajemen Everton disebut ingin mengulangi formula sukses dengan mendatangkan pemain dari klub Prancis yang juga tampil mengesankan di panggung dunia.
Performa Nakamura di level klub dan internasional membuatnya layak disejajarkan dengan Ndiaye. Musim lalu, ia menjadi top skor ketiga Ligue 2 dan menunjukkan konsistensi sebagai ancaman di kotak penalti. Catatan 1,5 peluang per 90 menit dan 0,4 peluang besar per laga menegaskan kemampuannya sebagai kreator serangan. Moyes, yang ingin memperkuat opsi sayap setelah ketergantungan pada Ndiaye, melihat Nakamura sebagai sosok yang bisa langsung beradaptasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Nakamura mungkin masih asing. Namun, ketertarikan Everton pada pemain Jepang ini menjadi bukti bahwa talenta Asia semakin dilirik klub-klub elite Eropa. Nakamura, yang lahir di Tokyo dan sempat menimba ilmu di akademi Yokohama F. Marinos, adalah salah satu dari sedikit pemain Jepang yang merumput di Prancis. Jika transfer ini terlaksana, ia akan menjadi pemain Jepang kedua di Premier League setelah Mikasa?—atau mungkin membuka pintu bagi lebih banyak pemain Asia untuk bersaing di level tertinggi. Ini juga menjadi pengingat bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya ajang unjuk gigi negara-negara besar, tetapi juga panggung untuk pemain-pemain seperti Nakamura yang bisa mengubah peta karir mereka.
Meski belum ada kesepakatan, Everton dikabarkan akan bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Nakamura. Persaingan dengan Marseille dan Besiktas menuntut Moyes untuk meyakinkan pemain tersebut bahwa Goodison Park adalah tempat yang tepat untuk berkembang. Dengan usia yang masih 25 tahun, Nakamura memiliki potensi untuk menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Namun, pertanyaan yang muncul: akankah ia mampu mengulangi kesuksesan Ndiaye dan menjadi ikon baru di Merseyside? Ataukah banderol £20 juta justru menjadi batu sandungan bagi klub dengan sejarah keuangan yang pas-pasan? Hanya waktu yang akan menjawab.



