Enzo Maresca Terima Warisan Guardiola di Manchester City: 'Bukan Tugas Mudah'
Baca dalam 60 detik
- Manajer baru Man City, Enzo Maresca, berkomitmen melanjutkan filosofi Pep Guardiola tanpa perubahan radikal.
- Maresca optimistis berkat stabilitas klub yang hanya berganti tiga manajer dalam 17 tahun, kontras dengan United dan Arsenal.
- Tantangan awal: absennya Rodri karena cedera dan spekulasi transfer, serta memadukan pemain muda dengan tim utama.

Enzo Maresca resmi memulai era baru di Manchester City awal musim ini, dengan tekad mempertahankan fondasi yang dibangun Pep Guardiola meski sadar akan besarnya ekspektasi. Manajer asal Italia itu menegaskan tidak akan mengubah gaya bermain secara radikal, melainkan meneruskan cetak biru yang telah mengantarkan City meraih enam gelar Premier League dan satu Liga Champions dalam satu dekade.
Maresca, yang sebelumnya menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023 dan sempat menukangi Leicester City serta Chelsea, menganggap tugasnya sebagai sebuah kehormatan sekaligus tantangan. Ia mengakui bahwa Guardiola adalah pelatih terbaik dunia dalam 20-25 tahun terakhir, dan mewarisi kursi kepelatihan setelah figur sekaliber itu selalu berisiko. Sejarah membuktikan, Manchester United dan Arsenal kesulitan setelah era Alex Ferguson dan Arsène Wenger berakhir.
Namun, Maresca percaya situasi City berbeda. Klub hanya memiliki tiga manajer dalam 17 tahun terakhir—Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, dan Guardiola—yang menunjukkan stabilitas organisasi. "Ini tidak normal dan jarang terjadi," ujarnya. "Saya yakin kami bisa melakukan pekerjaan hebat dan melanjutkan apa yang telah dibangun sejak Mancini. Filosofi klub tetap sama: agresif saat kehilangan bola, menguasai permainan, dan yang terpenting, memenangkan pertandingan."
Maresca harus memulai tanpa pemain kunci, Rodri, yang akan menjalani operasi punggung. Gelandang timnas Spanyol itu juga dikaitkan dengan spekulasi hengkang, tetapi Maresca tenang. "Pemain besar selalu jadi spekulasi. Saya tidak khawatir. Setiap manajer ingin memiliki Rodri, tetapi sekarang ia perlu istirahat dan pulih." Sementara itu, Jack Grealish, yang musim lalu dipinjamkan ke Everton, diberi peluang kembali. Maresca mengaku memiliki hubungan baik dengannya dan akan melihat perkembangannya.
Dengan sebagian besar pemain inti masih berlibur usai Piala Dunia, Maresca memanfaatkan waktu bersama pemain muda. Ia memuji energi dan kualitas mereka. "Beberapa dari mereka sangat bagus, saya senang," katanya. City akan menghadapi Arsenal dalam Community Shield pada 16 Agustus, seminggu sebelum Premier League dimulai. Maresca memperkirakan seluruh skuad baru akan bergabung tiga atau empat hari sebelum laga itu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, transisi di Manchester City menjadi sorotan tersendiri. Liga Inggris selalu memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan performa City di bawah Maresca akan dinantikan. Pertanyaannya, mampukah ia mengulang kesuksesan Guardiola atau justru mengikuti jejak pahit penerus legenda di klub lain? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya.


