Man United Incar Bek Timnas Kolombia, CEO Bologna Buka Pintu Keluar
Baca dalam 60 detik
- Manchester United bergerak mendatangkan bek Bologna, Jhon Lucumi, setelah CEO klub Italia itu secara terbuka menjanjikan izin hengkang jika tawarannya cocok.
- Kedatangan Lucumi dinilai strategis untuk menambah kedalaman lini belakang Setan Merah yang kerap dilanda cedera, sekaligus menjadi suksesor jangka panjang Harry Maguire.
- Langkah ini membuka peluang bagi pemain asal Amerika Selatan untuk merumput di Premier League, yang bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia yang bercita-cita di Eropa.

Manchester United dikabarkan telah memulai langkah konkret untuk mendatangkan bek Bologna asal Kolombia, Jhon Lucumi, setelah petinggi klub Serie A itu secara gamblang mengakui adanya janji melepas sang pemain di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa fokus perburuan pemain MU tak hanya terbatas pada lini tengah.
CEO Bologna, Claudio Fenucci, dalam pernyataan yang dikutip Sport Witness, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berjanji kepada Lucumi untuk memfasilitasi kepindahan jika tawaran yang sesuai masuk. โSetahun lalu, kami tidak bisa menjualnya di akhir bursa. Tapi kami berjanji tahun ini, dengan tawaran yang cocok, kami akan mewujudkannya,โ ujar Fenucci. Ia menambahkan bahwa bursa transfer belum benar-benar bergerak, dan Bologna pun tak keberatan mempertahankan Lucumi jika tak ada tawaran ideal.
Ketertarikan MU pada bek berusia 28 tahun itu bukan tanpa alasan. Musim lalu, lini belakang Setan Merah kerap kali menjadi titik lemah akibat cedera beruntun yang memaksa gelandang seperti Casemiro turun sebagai bek tengah. Michael Carrick, yang kini menjalani musim penuh pertamanya sebagai pelatih, membutuhkan opsi tambahan untuk mengarungi padatnya jadwal Liga Inggris dan Eropa. Lucumi, yang berada di puncak karier, dinilai mampu secara bertahap menggantikan peran Harry Maguire yang kini berusia 33 tahun dan baru saja memperpanjang kontrak satu musim.
Keputusan MU untuk bergerak di lini belakang ini menarik karena sepanjang bursa mereka lebih gencar dikaitkan dengan gelandang. Namun, peluang mendapatkan Lucumi dengan harga yang mungkin tak terlalu mahal bisa mengubah prioritas. Selain itu, MU juga dikabarkan ikut dalam perburuan winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, yang banderolnya mencapai lebih dari ยฃ100 juta. Artinya, dana yang tersedia mungkin harus dibagi untuk dua posisi berbeda.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menjadi contoh bagaimana klub Eropa memanfaatkan bursa transfer untuk memperkuat skuad secara bertahap. Kehadiran pemain Amerika Selatan di Premier League juga kerap menjadi inspirasi bagi pesepak bola Tanah Air yang bercita-cita menembus liga top Eropa. Meski belum ada pemain Indonesia yang merumput di Premier League, langkah Lucumi bisa menjadi studi kasus tentang pentingnya agen, performa konsisten, dan dukungan klub asal.
Pertanyaan besarnya kini adalah seberapa serius MU mengubah ketertarikan menjadi tawaran resmi. Dengan janji Fenucci yang sudah di depan mata, keputusan ada di tangan Carrick dan jajaran direksi Old Trafford. Apakah mereka akan mengalihkan sebagian dana dari target gelandang untuk mengamankan bek tengah baru? Atau justru memaksimalkan opsi yang ada dengan tetap fokus pada prioritas awal? Bursa transfer masih panjang, dan langkah MU dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu.



