Luke Littler Cetak Nine-Darter Spektakuler, Lolos ke Perempat Final World Matchplay
Baca dalam 60 detik
- Pemain nomor satu dunia Luke Littler mencatatkan leg sempurna (nine-darter) saat mengalahkan Nathan Aspinall 11-8 di World Matchplay.
- Rata-rata skor 113,68 yang diraih Littler menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah turnamen, dengan 14 kali 180.
- Littler akan menghadapi pemenang laga Josh Rock vs Stephen Bunting di perempat final, sementara Michael van Gerwen tersingkir.

Luke Littler, pemain nomor satu dunia dan juara bertahan World Matchplay, menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak nine-darter saat mengalahkan Nathan Aspinall 11-8 di babak kedua turnamen yang berlangsung di Winter Gardens, Blackpool, Senin malam. Pebiliar muda asal Warrington ini memulai laga dengan leg sempurna, menyelesaikan dengan double 15, dan langsung mendapat sambutan meriah dari penonton.
Littler, yang baru berusia 19 tahun, nyaris mencetak nine-darter kedua pada leg keempat, namun anak panahnya hanya meleset tipis dari double 15. Aspinall, yang sempat tertinggal, merespons dengan humor dengan menawarkan darts-nya kepada penonton secara bercanda. Meski Aspinall mampu menyamakan kedudukan 7-7, Littler kemudian memenangkan tiga leg beruntun dan akhirnya menutup pertandingan dengan rata-rata 113,68โtertinggi kedua dalam sejarah turnamenโserta 14 kali lemparan 180.
"Nine-darter itu terjadi begitu saja. Awalnya penonton mencemooh saya, lalu mereka mulai bersorak!" ujar Littler kepada Sky Sports. "Ini mungkin pertandingan terbaik yang pernah saya dan Nathan mainkan. Dia tidak pernah menyerah." Littler kini akan menghadapi pemenang laga antara Josh Rock dan Stephen Bunting di perempat final.
Di laga lain, Michael van Gerwen, favorit juara, harus tersingkir setelah kalah 14-12 dari rekan senegaranya Dirk van Duijvenbode. Van Gerwen sempat bangkit dari ketertinggalan 4-8 menjadi 10-10, namun Van Duijvenbode mampu menyelesaikan pertandingan. Sementara itu, Gary Anderson dari Skotlandia melaju ke perempat final setelah mengalahkan Jonny Clayton 11-7.
Bagi penggemar darts di Indonesia, performa Littler menjadi tontonan menarik karena ia dianggap sebagai penerus generasi baru yang mampu menyaingi dominasi pemain senior seperti Van Gerwen dan Anderson. Turnamen World Matchplay, yang merupakan salah satu turnamen bergengsi di kalender PDC, kerap menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda. Dengan gaya bermain agresif dan akurasi tinggi, Littler berpotensi menjadi ikon global yang bisa mempopulerkan darts di Asia, termasuk Indonesia yang mulai memiliki komunitas darts yang berkembang.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Littler mampu mempertahankan konsistensi dan meraih gelar juara kedua berturut-turut? Dengan persaingan yang semakin ketat, termasuk kejutan dari Van Duijvenbode yang menyingkirkan Van Gerwen, perjalanan Littler masih panjang. Namun, jika performa seperti malam ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin ia akan kembali mengangkat trofi di Blackpool.



