McClenaghan Kembali ke Panggung Emas: Rebut Tiket Final, Siap Tambah Koleksi Medali Commonwealth
Baca dalam 60 detik
- Pesenam asal Irlandia Utara, Rhys McClenaghan, memastikan tiket final pommel horse usai finis ketiga saat kualifikasi Commonwealth Games 2026 dengan skor 14,500.
- Penampilan di Glasgow menandai comeback McClenaghan setelah absen setahun karena cedera, dengan skor jauh lebih baik dari dua turnamen World Cup sebelumnya.
- Absennya rival utama Max Whitlock karena cedera membuka peluang emas bagi McClenaghan untuk merebut medali pertamanya di ajang ini sejak 2018.

Rhys McClenaghan memastikan tiket final nomor pommel horse Commonwealth Games 2026 di Glasgow setelah menempati posisi ketiga kualifikasi dengan skor 14,500. Penampilan di hadapan publik yang memadati Glasgow International Arena ini menjadi ujian perdana atlet 27 tahun itu sejak cedera panjang yang membuatnya absen sepanjang 2025.
McClenaghan yang dikenal sebagai peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Namun di balik raut tenangnya, ia mengaku gugup. “Saya berbohong jika bilang tidak gugup, tapi ini lebih berat dibanding kompetisi biasa,” ujarnya kepada BBC Sport NI. Atmosfer arena yang penuh sorak penonton pada hari kualifikasi—yang biasanya sepi—menambah tekanan tersendiri.
Skor 14,500 itu melampaui catatan 13,466 dan 13,900 yang ia raih di dua ajang Piala Dunia di Azerbaijan dan Antalya awal tahun ini. Meski masih jauh dari rekor pribadinya di final Olimpiade (15,533), rutinitas barunya yang dijuluki “McClenaghan 2.0” mendapat sambutan hangat. Eksekusi hampir sempurna (nilai 9,000) membuatnya lolos dengan selisih tipis di bawah Reuben Ward (Skotlandia) dan Jordan Carroll (Kanada) yang sama-sama mencatat 14,550.
Kegagalan melaju ke final lantai menjadi satu-satunya noda bagi McClenaghan. Dalam penampilan perdananya di nomor itu sejak 2018, ia tersandung saat mendaratkan triple somersault dan hanya mendapat 12,350. “Saya terlalu memaksakan pendaratan sempurna hingga kurang rotasi,” akunya. Meski demikian, ia segera mengalihkan fokus ke final pommel horse pada Senin (17/3).
Di tengah absennya rival bebuyutan asal Inggris, Max Whitlock, McClenaghan berpeluang besar menambah medali emas Commonwealth Games ketiganya setelah emas 2018 dan perak 2022. “Masih ada ruang perbaikan. Saya kurang dalam skor kesulitan dan sedikit kehilangan keseimbangan. Saya akan berlatih lebih tajam untuk final,” ujarnya optimistis.
Bagi dunia senam Indonesia, perjalanan McClenaghan menjadi contoh nyata bagaimana seorang atlet papan atas bangkit dari cedera panjang dan tetap kompetitif di level tertinggi. Commonwealth Games sendiri merupakan ajang multi-olahraga yang juga diikuti kontingen Indonesia, meski belum ada pesenam tanah air yang mampu menembus persaingan di nomor pommel horse. Program pembinaan senam Indonesia bisa menjadikan ketekunan dan mental juara McClenaghan sebagai inspirasi bagi atlet muda untuk terus berlatih meski menghadapi kemunduran.
Kini pertanyaan besarnya: mampukah McClenaghan menyempurnakan rutinitas “2.0” miliknya di final nanti dan menyamai—atau bahkan melampaui—rekor Olimpiadenya? Ataukah kejutan dari Ward atau Carroll akan mengubah peta perolehan medali? Final pommel horse Commonwealth Games yang akan digelar Senin pekan depan layak dinanti.



