Fury Tundukkan Wach, Duel dengan Anthony Joshua Kian Nyata
Baca dalam 60 detik
- Tyson Fury menang TKO atas Mariusz Wach pada ronde kedelapan di Pattaya, mencatat kemenangan ke-36.
- Kemenangan ini menjaga peluang pertarungan besar melawan Anthony Joshua, yang akan bertanding pekan ini.
- Pertarungan Fury-Joshua diprediksi tayang di Netflix, mengubah model siaran tinju tradisional.

Tyson Fury memastikan langkahnya menuju duel super melawan Anthony Joshua tetap on track setelah menghentikan petinju Polandia Mariusz Wach pada ronde kedelapan di Max Muay Thai Stadium, Pattaya, Thailand, Jumat malam. Kemenangan ini bukan sekadar laga pemanasan—ia menjadi batu loncatan menuju pertaruhan terbesar dalam karier Fury: menghadapi sesama petinju Inggris, Anthony Joshua.
Fury, 37 tahun, mendominasi pertarungan sejak ronde pertama. Wach, 46 tahun, yang kalah kelas, akhirnya memutuskan mundur saat jeda ronde kedelapan karena tak mampu menahan gempuran. Pertandingan hanya disaksikan tak lebih dari 1.500 penonton—kontras dengan kebiasaan Fury yang biasa tampil di hadapan 96.000 penonton di Wembley atau 64.500 di Tottenham Hotspur Stadium. Kemenangan ke-36 ini juga menjadi kemenangan knockout pertama Fury sejak mengalahkan Derek Chisora pada 2022.
Anthony Joshua sendiri dijadwalkan menjalani laga comeback melawan Kristian Prenga asal Albania di Arab Saudi pada akhir pekan ini. Banyak pihak menduga Fury akan terbang langsung ke Jeddah untuk menyaksikan pertarungan tersebut, dan jika Joshua menang, keduanya bisa mengumumkan duel besar di atas ring. Namun, Fury memilih pulang ke rumah. “Saya harus berhadapan dengan istri saya. Saya sudah pergi enam dari tujuh bulan terakhir. Saya akan berkumpul kembali dan mudah-mudahan pertarungan besar bisa ditandatangani minggu depan,” katanya.
Lokasi pertarungan Fury-Joshua masih menjadi teka-teki. Promotor Eddie Hearn menyatakan kontrak Joshua mensyaratkan Inggris, namun bisik-bisik industri menyebut Amerika Serikat sebagai kandidat. Fury sendiri tak ambil pusing: “Bisa di Vegas, New York, Irlandia, atau London. Siapa yang tahu?”
Yang lebih menarik, pertarungan Fury-Wach tidak disiarkan langsung di televisi atau radio, melainkan akan menjadi bagian dari serial realitas Netflix ‘At Home With The Furys’. Ini menandai pergeseran model bisnis yang radikal. Sebuah potensi duel Fury-Joshua diprediksi juga akan tayang di Netflix, platform yang telah mengubah cara konsumen menonton tinju.
Bagi penonton Indonesia, perubahan ini membawa konsekuensi ganda. Di satu sisi, akses ke pertarungan besar kini lebih mudah lewat Netflix yang sudah populer di Tanah Air. Namun, pengalaman menonton langsung bersama jutaan orang—yang dulu menjadi ciri khas tinju—kini mulai luntur. Penonton Indonesia yang terbiasa menyaksikan tinju di televisi kabel atau siaran gratis mungkin harus beradaptasi dengan platform berbayar.
Tradisi tinju kelas berat—dengan gemerlap siaran langsung dan stadion penuh—kini bergerak menuju era baru di mana cerita di balik ring sama pentingnya dengan aksi di dalam ring. Apakah Fury-Joshua akan menjadi pertarungan terakhir yang dinantikan secara konvensional, atau justru pionir model siaran yang sepenuhnya digital? Jawabannya akan menentukan arah industri tinju ke depan.



