Evenepoel Pangkas Jarak Pogacar di Klasemen Usai Sapu Bersih Dua Etapes
Baca dalam 60 detik
- Remco Evenepoel memenangi etape 16 Tour de France nomor time trial, memangkas selisih waktu dengan Tadej Pogacar menjadi 4 menit 32 detik.
- Kemenangan ini menjadi yang keempat bagi pembalap Belgia itu di Tour de France, sekaligus yang kedua berturut-turut setelah etape pegunungan sebelumnya.
- Rekan setim Evenepoel, Florian Lipowitz, harus keluar dari perlombaan karena cedera setelah terjatuh di tikungan, menambah daftar panjang pembalap yang mengalami nasib serupa.

Remco Evenepoel sukses memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen Tadej Pogacar setelah menaklukkan etape 16 Tour de France yang berupa perlombaan individu melawan waktu. Pembalap Belgia berusia 26 tahun itu menuntaskan lintasan sepanjang 26,1 kilometer di tepi Danau Jenewa dalam waktu 32 menit 19 detik, unggul 28 detik dari Pogacar yang finis dengan catatan 32 menit 47 detik. Hasil ini membuat selisih keduanya di puncak klasemen menyusut menjadi 4 menit 32 detik.
Kemenangan ini menjadi yang kedua berturut-turut bagi Evenepoel setelah sebelumnya ia juga keluar sebagai pemenang pada etape 15 yang bergunung-gunung. Secara keseluruhan, ini adalah kemenangan etape keempatnya di Tour de France. Evenepoel mengaku momen tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan hari nasional Belgia. โSungguh menakjubkan, time trial yang sangat indah dengan banyak penonton di pinggir jalan,โ ujarnya. โSaya membaca pagi ini bahwa sudah lama sejak Belgia tidak menang di hari nasional, jadi saya bangga bisa menjadi yang itu.โ
Namun, kebahagiaan tim Red Bull-Bora-Hansgrohe sedikit terusik oleh cedera yang dialami Florian Lipowitz. Pembalap Jerman itu, yang sebelumnya duduk di peringkat kelima klasemen, terjatuh keras di sebuah tikungan dan harus dilarikan ke kendaraan medis sambil memegangi lengan kirinya. Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah Jonas Vingegaard, pemenang dua kali Tour de France, juga harus keluar dari perlombaan karena kecelakaan saat berada di posisi kedua klasemen. Evenepoel menyayangkan kejadian tersebut: โItu sangat disayangkan, seperti pil pahit-manis yang harus ditelan dengan kemenangan ini. Saya berharap yang terbaik untuknya dan semoga tidak terlalu parah.โ
Dominasi Evenepoel di etape ini tidak hanya menegaskan kemampuannya di nomor time trial, tetapi juga mengirim sinyal bahwa persaingan menuju Paris masih terbuka. Pogacar, yang mengenakan jersey kuning, tetap memegang kendali dengan keunggulan lebih dari empat menit, namun performa Evenepoel dalam dua etape terakhir menunjukkan bahwa ia bisa menjadi ancaman serius di pegunungan Alpen yang akan datang. Para pengamat balap sepeda menilai bahwa jika Evenepoel mampu mempertahankan momentum ini, bukan tidak mungkin ia bisa merebut podium tertinggi di akhir perlombaan.
Dari sisi klasemen, posisi ketiga ditempati Isaac del Toro (Meksiko/UAE Team Emirates) dengan selisih 6 menit 51 detik, disusul Paul Seixas (Prancis) dan Juan Ayuso (Spanyol). Sementara itu, pembalap Indonesia belum ada yang tampil di ajang ini, namun antusiasme penggemar balap sepeda Tanah Air terhadap Tour de France terus meningkat seiring dengan siaran langsung di berbagai platform. Momen seperti kemenangan Evenepoel ini bisa menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia untuk menekuni olahraga sepeda secara profesional.
Ke depan, tantangan terbesar bagi Evenepoel adalah menjaga konsistensi di etape-etape pegunungan yang masih panjang. Dengan beberapa pembalap top yang sudah gugur, panggung semakin terbuka bagi para pesaing. Akankah Evenepoel mampu terus memangkas jarak dan mengancam dominasi Pogacar? Atau justru Pogacar akan kembali menunjukkan superioritasnya di etape-etape berikutnya? Jawabannya akan terungkap dalam pekan terakhir Tour de France yang penuh drama.



