Evenepoel Incar Kemenangan Time Trial untuk Amankan Posisi Runner-Up Tour de France
Baca dalam 60 detik
- Remco Evenepoel difavoritkan menang di etape 16 time trial Tour de France, memperkuat posisinya di peringkat kedua klasemen.
- Keunggulan 58 detik atas Isaac del Toro bisa melebar berkat reputasi Evenepoel sebagai spesialis time trial tiga kali juara dunia.
- Persaingan utama kini beralih ke perebutan podium kedua, dengan Evenepoel diuntungkan oleh rute time trial yang bervariasi.

Remco Evenepoel, pembalap Belgia berusia 26 tahun yang telah tiga kali menyandang gelar juara dunia individual time trial (ITT), menjadi kandidat terkuat untuk memenangi etape 16 Tour de France, Selasa (22/7). Kemenangan itu akan mengokohkan posisinya sebagai runner-up di bawah pemimpin klasemen, Tadej Pogacar, sekaligus memperlebar jarak dari para pesaing di panggung balap sepeda paling bergengsi di dunia.
Etape 16 sepanjang 26,1 kilometer dari Evian-les-Bains ke Thonon-les-Bains ini menjadi momentum krusial bagi Evenepoel setelah ia naik ke peringkat kedua pada pekan lalu. Kenaikan itu terjadi setelah Jonas Vingegaard, juara bertahan asal Denmark, mundur akibat patah tulang selangka dalam kecelakaan. Evenepoel pun memanfaatkan celah tersebut dengan merebut kemenangan etape di Plateau de Solaison.
Saat ini, Evenepoel yang membela tim Red Bull-Bora-Hansgrohe tertinggal lima menit dari Pogacar yang mengenakan jersey kuning. Namun, ia unggul 58 detik atas Isaac del Toro (UAE Team Emirates-XRG) yang duduk di posisi ketiga. Dengan reputasinya sebagai pembalap time trial terbaik dunia, Evenepoel diperkirakan akan memperbesar keunggulan tersebut di etape yang menuntut kecepatan dan teknik tinggi.
โSaya akan mencoba merebut etape lagi,โ ujar Evenepoel dalam konferensi pers, Minggu (20/7). Pembalap yang telah memenangi etape ITT di dua edisi Tour de France sebelumnya itu mengaku percaya diri. Pogacar pun mengakui keunggulan rivalnya tersebut. โDia punya hari di time trial. Saya pikir dia adalah pesaing berat,โ kata Pogacar, yang sudah empat kali memenangi Tour de France.
Rute time trial ini dinilai cukup komprehensif oleh direktur olahraga penyelenggara, Yannick Talabardon. โAda sembilan kilometer tanjakan, delapan kilometer turunan, dan sembilan kilometer datar. Tidak perlu mengganti sepeda untuk tanjakan,โ jelasnya. Bagian akhir berupa garis lurus panjang di Thonon-les-Bains, yang memungkinkan pembalap memacu kecepatan maksimal.
Bagi Evenepoel, etape ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Memasuki pekan terakhir Tour de France yang menyajikan tiga etape pegunungan berat dalam empat hari, posisi kedua yang ia tempati masih bisa terancam. Namun, dengan keahliannya di time trial, ia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya dan mungkin mendekati Pogacar, meski selisih waktu yang besar membuat misi tersebut sulit.
Persaingan utama kini diperkirakan akan berpusat pada perebutan posisi runner-up. Evenepoel, yang telah menunjukkan kekuatannya di tanjakan sekaligus dominasi di ITT, berada dalam posisi strategis. Sementara itu, Isaac del Toro dan pembalap lain seperti Vingegaard yang cedera, harus bekerja keras untuk merebut tempat kedua. Dengan rute yang bervariasi, Evenepoel menjadi andalan untuk mempertahankan keunggulannya.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, performa Evenepoel di Tour de France tahun ini menjadi tontonan menarik. Meski belum ada pembalap Indonesia yang berpartisipasi, ajang ini tetap mendapat perhatian berkat siaran langsung di berbagai platform. Dominasi pembalap Eropa dan persaingan ketat di klasemen umum menjadi daya tarik tersendiri. Ke depannya, apakah Evenepoel mampu mempertahankan posisi runner-up hingga garis finis di Paris? Atau akankah kejutan terjadi di etape pegunungan yang menanti?



