Mandhana Ukir Sejarah: Pemain Wanita Pertama dengan 10.880 Run di Kancah Internasional
Baca dalam 60 detik
- Smriti Mandhana memecahkan rekor run terbanyak di kriket wanita internasional, menggeser Mithali Raj.
- Century ke-18 Mandhana juga melampaui catatan Meg Lanning, menegaskan dominasinya di semua format.
- Prestasi ini menjadi momentum bagi India menjelang laga krusial melawan Pakistan di Asia Cup.

Smriti Mandhana, bintang kriket India, resmi mencatatkan namanya sebagai pencetak run terbanyak sepanjang sejarah kriket wanita internasional. Dalam laga Women's Asia Cup di Dubai, ia memukul 124 run dari 64 bola, membawa India menang telak 137 run atas Hong Kong dan mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Grup A.
Pemain kidal berusia 30 tahun itu kini mengoleksi 10.880 run di semua format, melewati rekor mantan kapten India, Mithali Raj, yang berjumlah 10.868 run. Momen bersejarah ini terjadi di tengah turnamen yang juga menjadi ajang pembuktian kekuatan kriket wanita Asia di panggung internasional.
Mandhana mengaku tidak menyadari dirinya sedang mengejar rekor saat berada di tengah lapangan. "Sampai saya batting, saya tidak tahu rekor apa yang sedang saya kejar karena saya tidak ingat angka pasti run saya. Tapi melihat ke belakang, ini hari yang sangat baik bagi kriket India," ujarnya usai pertandingan. Ia juga menyebut Raj sebagai "legenda dan panutan", dan mengaku tidak pernah membayangkan bisa melampaui catatan sang mantan kapten.
Raj, yang kini pensiun, memberikan ucapan selamat melalui media sosial. "Saya telah melihatmu tumbuh dari pemain muda menjadi salah satu batter terbaik yang pernah dimiliki India. Melihatmu melewati rekor saya dan menjadi pencetak run tertinggi di kriket internasional adalah momen yang membuat saya bangga. Teruslah mencetak run dan raih lebih banyak pencapaian," tulis Raj di X.
Century yang dicetak Mandhana pada laga tersebut merupakan yang ke-18 sepanjang kariernya di semua format. Angka itu sekaligus memecahkan rekor mantan kapten Australia, Meg Lanning, untuk jumlah century terbanyak dalam kriket wanita internasional. Dengan performa ini, Mandhana tidak hanya memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbaik dunia, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kriket wanita di Asia Selatan.
Bagi Indonesia, prestasi Mandhana menjadi cermin bagaimana investasi pada kriket wanita dapat melahirkan atlet kelas dunia. Federasi Kriket Internasional (ICC) telah berupaya mempopulerkan kriket wanita di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai mengembangkan tim nasional putri. Meski masih tertinggal jauh dari India, keberadaan atlet seperti Mandhana diharapkan bisa memicu minat dan dukungan bagi pengembangan kriket wanita di kawasan.
India sendiri akan menghadapi Pakistan pada pertandingan berikutnya di Dubai, Sabtu (26/7). Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena Pakistan juga tampil impresif di grup yang sama. Kemenangan atas Hong Kong membuat India nyaman di puncak klasemen, tetapi ujian sesungguhnya akan datang saat berhadapan dengan rival abadinya. Mandhana, yang kini menjadi pusat perhatian, akan menjadi kunci bagi India untuk mempertahankan performa dan melaju ke babak berikutnya.
Rekor demi rekor yang dipecahkan Mandhana menegaskan bahwa kriket wanita telah memasuki era baru, di mana para pemain tidak hanya berkompetisi untuk kemenangan, tetapi juga untuk meninggalkan warisan. Pertanyaannya kini: mampukah India memanfaatkan momentum ini untuk meraih gelar Asia Cup, dan apakah akan lahir penerus Mandhana dari negara-negara Asia lainnya?



