Philipsen Akhirnya Menang di Tahap 17, Pogacar Kokoh di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Jasper Philipsen merebut kemenangan perdana di Tour de France 2025 pada etape 17, memperkecil jarak poin green jersey.
- Tadej Pogacar tetap memimpin klasemen umum dengan selisih 4 menit 32 detik atas Remco Evenepoel.
- Tiga etape pegunungan tersisa menjadi peluang terakhir Evenepoel untuk mengejar Pogacar sebelum finis di Paris.

Setelah menunggu hingga etape ke-17, Jasper Philipsen akhirnya merasakan manisnya kemenangan di Tour de France 2025. Pebalap asal Belgia itu memenangi sprint akhir yang ramai di Voiron, Rabu (22/7), sekaligus mendekatkan dirinya ke pemegang green jersey, Mads Pedersen, dengan selisih hanya tujuh poin. Sementara itu, Tadej Pogacar tetap kokoh di puncak klasemen umum.
Philipsen, yang mengendarai Alpecin-Premier Tech, finis terdepan mengungguli Mauro Schmid (Jayco AlUla) dan Olav Kooij (Decathlon CMA CGM) yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Pedersen sendiri harus puas di urutan kedelapan. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Philipsen di edisi tahun ini, setelah musim lalu ia sukses menyabet green jersey.
"Saya harus menunggu sampai etape 17 untuk menang... ini untuk tim yang terus percaya pada saya," ujar Philipsen, 28 tahun, yang mendapat pengawalan sempurna dari rekan setimnya, Mathieu van der Poel, menjelang garis finis. Di klasemen umum, Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) masih unggul 4 menit 32 detik atas Remco Evenepoel.
Etape sepanjang 174,7 km dari Chambery ke Voiron dimulai dengan agresif. Dua kecelakaan terjadi di awal, melibatkan Davide Ballerini dan sejumlah pebalap termasuk Tom Pidcock. Beruntung, Pidcock yang berada di peringkat kedelapan klasemen umum mampu segera bangkit, begitu pula Lenny Martinez yang duduk di posisi ketujuh. Sekelompok pebalap mencoba memecah peloton pada jarak 100 km tersisa, namun Pedersen dan Philipsen memilih bertahan bersama Pogacar, Evenepoel, dan kontestan yellow jersey lainnya yang tidak tertarik bersaing dengan sprinter.
Pedersen mengambil inisiatif pada 65 km terakhir, bergabung dengan kelompok depan. Tak lama, enam pebalap memimpin, termasuk Pedersen, Ben Healy, dan Jasper Stuyven, dengan peloton tertinggal lebih dari lima menit. Philipsen kemudian memulai pengejaran bersama kelompok lainnya. Di tanjakan Colombe, Stuyven melancarkan serangan pada 26 km tersisa dan membangun keunggulan 50 detik. Namun, di jalan menurun menuju Voiron, kelompok pengejar yang membesar—termasuk Philipsen dan Pedersen—mulai menggerus jarak dan akhirnya menangkap Stuyven pada 3,7 km terakhir.
Josh Tarling sempat mencoba memimpin di kilometer akhir, tetapi Van der Poel meredamnya sebelum mengantarkan Philipsen melesat di jalur bersih menuju kemenangan. Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Tour de France selalu menjadi tontonan bergengsi yang menyajikan drama tak terduga. Kemenangan Philipsen ini mengingatkan pada kejutan-kejutan sprinter Asia Tenggara di kancah internasional, meski belum ada wakil Indonesia yang berlaga di ajang ini.
Balapan kembali ke pegunungan pada Kamis dengan etape 18 sepanjang 185,2 km dari Voiron ke Orcieres-Merlette. Tiga etape pegunungan berikutnya menjadi kesempatan terakhir Evenepoel untuk memperkecil jarak dengan Pogacar sebelum balapan berakhir di Paris pada Minggu. Mampukah Evenepoel memanfaatkan medan berat untuk menggoyahkan dominasi Pogacar? Atau justru Pogacar akan semakin kokoh menuju podium tertinggi?



