Dalton Smith Siap Bela Sabuk WBC di Sheffield pada 24 Oktober
Baca dalam 60 detik
- Petinju Inggris Dalton Smith akan mempertahankan gelar WBC kelas ringan welter untuk pertama kalinya melawan Alberto Puello di Sheffield.
- Pertarungan yang semula dijadwalkan Juni terpaksa mundur karena cedera Smith, kini dipastikan berlangsung 24 Oktober.
- Laga ini menjadi sorotan karena Smith baru merebut sabuk dunia pada Januari lalu dengan kemenangan KO atas Subriel Matias.

Petinju Inggris Dalton Smith akan menjalani laga pertama sebagai juara dunia kelas ringan welter WBC. Pada 24 Oktober mendatang, ia dijadwalkan menghadapi penantang wajib asal Republik Dominika, Alberto Puello, di hadapan publik sendiri di Sheffield.
Smith, yang belum terkalahkan dalam 19 pertarungan profesional, merebut sabuk WBC pada Januari lalu setelah menghentikan Subriel Matias di New York. Kemenangan itu menjadi puncak kariernya setelah bertahun-tahun menanjak di kancah tinju Inggris. Kini, ia harus membuktikan diri sebagai juara sejati dengan mempertahankan gelar di hadapan pendukungnya.
Pertarungan ini sejatinya sudah dijadwalkan pada Juni, namun harus ditunda karena Smith mengalami cedera saat latihan. "Saya senang pertarungan akhirnya kembali dijadwalkan dan kami akan mempertahankan gelar WBC pada 24 Oktober di Sheffield," ujar Smith. Ia mengakui cedera itu membuat frustrasi, terutama setelah persiapan yang keras. Namun, ia menegaskan telah pulih total dan siap kembali beraksi.
Alberto Puello bukan lawan sembarangan. Petinju kidal ini pernah memegang sabuk WBA kelas ringan welter sebelum kehilangan gelar karena gagal tes doping. Ia kemudian kembali ke ring dan memenangkan pertarungan eliminasi untuk menjadi penantang wajib WBC. Gaya bertinju Puello yang agresif dan pengalamannya di level juara dunia menjadi ancaman serius bagi Smith.
Dalam kartu yang sama, petinju Inggris lainnya, Ben Whittaker, akan berusaha mengamankan peluang merebut gelar kelas berat ringan. Ia akan menghadapi Conor Wallace dari Australia dalam laga eliminasi IBF di Birmingham pada 3 Oktober. Whittaker, yang juga berusia 29 tahun, tampil impresif dalam debutnya di Amerika Serikat pada Juni lalu.
Promotor Matchroom Boxing juga mengumumkan pertarungan perebutan gelar kelas penjelajah Inggris dan Persemakmuran antara Pat Brown dan John Hedges di Manchester pada 19 September. Brown, yang dijuluki sebagai salah satu talenta paling menarik di Inggris, memiliki rekor sempurna 6-0 dengan seluruh kemenangan lewat KO.
Bagi penggemar tinju Indonesia, laga Smith vs Puello menarik karena Puello sempat dikaitkan dengan pertarungan melawan petinju Asia lainnya. Gaya bertinju Puello yang atraktif kerap dibandingkan dengan petinju Thailand atau Filipina. Jika Smith mampu melewati ujian ini, ia berpotensi menjadi bintang global yang bisa membuka peluang pertarungan di Asia, termasuk kemungkinan laga di Indonesia yang memiliki basis penggemar tinju cukup besar.
Pertanyaan besarnya, mampukah Smith mempertahankan sabuk di hadapan pendukung sendiri? Atau justru Puello yang akan merebut kembali kejayaannya? Jawabannya akan terjawab pada 24 Oktober nanti.



