Duel Benn vs Garcia: Pertaruhan Karier di Atas Ring Las Vegas
Baca dalam 60 detik
- Petinju Inggris Conor Benn akan menantang juara WBC Ryan Garcia pada 12 September di Las Vegas, dalam laga perebutan gelar kelas welter.
- Kedua petinju memiliki catatan kontroversial: Garcia sempat diskors karena doping, Benn juga menjalani hukuman serupa, menambah tensi pertarungan.
- Pertarungan ini menjadi ujian besar bagi Benn yang naik kelas dan bagi Garcia yang mempertahankan sabuk pertamanya, sekaligus ajang pembuktian di bawah promotor baru Zuffa Boxing.

Pertarungan sengit antara Conor Benn dan Ryan Garcia akhirnya dikonfirmasi akan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 12 September mendatang. Laga ini menjadi momen krusial bagi kedua petinju yang sama-sama ingin membuktikan diri setelah melalui masa kontroversial dalam karier mereka.
Benn, petinju asal Inggris berusia 29 tahun, akan mendapatkan kesempatan pertamanya merebut gelar juara dunia setelah ditunjuk sebagai penantang nomor satu WBC pada Desember lalu. Meski demikian, ia sudah lama tidak bertarung di kelas welter—pertarungan terakhirnya di divisi itu terjadi pada Februari 2024 saat mengalahkan Peter Dobson. Sejak itu, Benn sempat naik dua kelas untuk menghadapi Chris Eubank Jr. dua kali, lalu mengalahkan Regis Prograis pada April lalu di catchweight 3 pon di atas batas welter.
Di sisi lain, Garcia (27 tahun) baru saja merebut sabuk WBC setelah mengalahkan Mario Barrios pada Februari. Ini akan menjadi pertahanan gelar pertamanya. Garcia memiliki rekor 25 kemenangan dari 28 pertarungan, dengan dua kekalahan dan satu no-contest. Namun, ia sempat diskors selama setahun antara 2024 dan 2025 karena gagal dalam tes doping. Benn juga pernah menjalani skorsing serupa akibat skandal doping, membuat pertarungan ini sarat akan narasi pemulihan reputasi.
Yang menarik, pertarungan ini akan digelar pada akhir pekan sebelum Hari Kemerdekaan Meksiko, yang secara tradisional menjadi momen besar bagi petinju berdarah Meksiko seperti Garcia. Promotor UFC, Dana White, yang mendukung Zuffa Boxing—promotor baru Benn—menyatakan antusiasmenya. "Mereka sudah saling ejek di media sosial, pertarungan ini pasti luar biasa," ujar White.
Benn sendiri meninggalkan Matchroom Boxing untuk menandatangani kontrak satu pertarungan dengan Zuffa pada Februari lalu, yang kemudian diperpanjang menjadi multi-fight deal. Kepindahan ini disebut Benn didorong oleh perbedaan finansial yang signifikan. Dalam wawancara dengan BBC Sport pada April, Benn menyebut Garcia "baik untuk tinju" tetapi juga "liabilitas".
Bagi penggemar tinju di Indonesia, pertarungan ini menjadi tontonan menarik karena mempertemukan dua petinju dengan gaya agresif dan latar belakang kontroversial. Selain itu, kehadiran Zuffa Boxing yang didukung dana Saudi menunjukkan pergeseran peta kekuatan dalam dunia tinju, di mana promotor baru mulai menantang dominasi tradisional. Pertanyaan besarnya: mampukah Benn mengatasi ketidakseimbangan pengalaman di kelas welter, atau justru Garcia yang akan membuktikan diri sebagai juara sejati?



