Perebutan Sabuk IBF: Agyarko Tantang Josh Kelly di Laga Pembuka Joshua
Baca dalam 60 detik
- Petinju Belfast Caoimhin Agyarko akan menantang juara IBF kelas ringan menengah Josh Kelly pada 25 Juli di Jeddah, Arab Saudi.
- Laga ini menjadi pertahanan pertama Kelly setelah merebut sabuk dari Bakhram Murtazaliev, sementara Agyarko mendapat kesempatan setelah batalnya laga eliminator.
- Pertarungan tersebut akan menjadi bagian dari undercard Anthony Joshua vs Kristian Prenga, menambah daya tarik bagi penggemar tinju global.

Petinju asal Belfast, Caoimhin Agyarko, dipastikan akan menantang juara IBF kelas ringan menengah Josh Kelly pada 25 Juli mendatang di Jeddah Superdome, Arab Saudi. Laga ini sekaligus menjadi pertahanan pertama Kelly setelah merebut sabuk juara dunia dari Bakhram Murtazaliev pada Januari lalu. Pertarungan tersebut akan digelar sebagai bagian dari undercard pertandingan besar Anthony Joshua yang kembali naik ring melawan Kristian Prenga.
Bagi Agyarko, kesempatan ini datang setelah perjalanan panjang yang penuh ketidakpastian. Sebelumnya, ia dijadwalkan menghadapi Brandon Adams dalam laga eliminator final pada April lalu. Namun, petinju asal Amerika Serikat itu kolaps sebelum penimbangan dan tidak bisa bertanding. Situasi tersebut membuat IBF sempat memerintahkan laga eliminator lain antara Agyarko dan Murtazaliev. Namun, Kelly yang memiliki opsi untuk melakukan pertahanan sukarela memilih Agyarko sebagai lawan, dan kesepakatan resmi diumumkan pada Senin lalu.
"Saya hancur hati saat itu (ketika laga melawan Adams batal) dan tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah saya harus bertarung di eliminator lain atau mendapatkan pertarungan gelar, atau bahkan kembali duduk di pinggir," ujar Agyarko kepada BBC Sport NI. Ia menambahkan bahwa ia telah menjalani kamp pelatihan selama 14 minggu dengan biaya ribuan pound, jauh dari teman, pasangan, dan keluarga. "Untungnya ada hikmahnya, dan manajer saya (Paul Ready) berhasil menyusun kesepakatan untuk mewujudkan pertarungan ini."
Bagi Kelly, laga ini menjadi ujian pertama sebagai juara dunia. Petinju asal Sunderland itu merebut sabuk IBF setelah mengalahkan Murtazaliev, yang sebelumnya dianggap sebagai petinju tangguh di divisi ini. Kelly sendiri hanya memiliki satu catatan kekalahan dalam kariernya, yaitu saat dikalahkan David Avanesyan pada 2021. Sejak itu, ia berhasil meraih delapan kemenangan beruntun, termasuk kemenangan gelar yang mengesankan.
Di sisi lain, Agyarko datang dengan modal kemenangan split decision atas Ishmael Davis di Windsor Park, Belfast, pada Desember lalu. Meski bukan kemenangan spektakuler, laga itu membuktikan ketangguhan mental petinju berusia 28 tahun tersebut. Agyarko mengaku kecewa dengan keputusan IBF yang sempat memerintahkan eliminator lain melawan Murtazaliev, meskipun ia telah memenuhi semua persyaratan. "Sungguh mengecewakan IBF mencoba memerintahkan eliminator final lain melawan Murtazaliev, padahal saya sudah melakukan semua yang diminta: hadir dan diberi tahu 25 menit sebelum penimbangan bahwa saya tidak akan bertarung (melawan Adams)," keluhnya.
Selain duel Agyarko vs Kelly, kartu pertarungan malam itu juga akan menampilkan pertahanan pertama Hamzah Sheeraz atas gelar WBO kelas menengah super melawan Simon Zachenhuber asal Jerman. Kehadiran laga-laga berkualitas ini menjadikan gelaran di Jeddah sebagai salah satu malam tinju paling dinanti tahun ini.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas ringan menengah. Dengan adanya petinju Asia seperti Murtazaliev yang sempat menjadi lawan potensial, serta gaya bertarung Agyarko yang agresif, laga ini bisa menjadi tontonan mendidik bagi petinju Tanah Air yang ingin menembus panggung dunia. Pertanyaannya, mampukah Agyarko memanfaatkan kesempatan emas ini untuk merebut sabuk, atau justru Kelly akan membuktikan diri sebagai juara sejati?



