Joshua vs Prenga: Pemanasan Menuju Duel Akbar dengan Tyson Fury
Baca dalam 60 detik
- Anthony Joshua akan menghadapi Kristian Prenga di Jeddah sebagai laga pemanasan sebelum pertarungan yang telah lama dinanti melawan Tyson Fury.
- Prenga, petinju Albania dengan rekor 20 kemenangan KO, menjadi ujian bagi Joshua yang baru pulih dari kecelakaan mobil fatal.
- Kemenangan Joshua membuka jalan menuju duel all-British melawan Fury yang dijadwalkan akhir tahun ini, berpotensi digelar di Wembley atau Netflix.

Anthony Joshua kembali naik ring akhir pekan ini untuk menghadapi Kristian Prenga di Jeddah, Arab Saudi, dalam laga yang dirancang sebagai pemanasan menuju pertarungan super yang telah lama dinanti melawan sesama petinju Inggris, Tyson Fury. Bagi Joshua, pertarungan ini bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan langkah krusial untuk membuktikan dirinya masih layak menjadi penantang utama Fury.
Joshua, 36 tahun, terakhir bertarung pada Desember lalu saat menghentikan Jake Paul di ronde keenam di Miami. Namun, kekalahan telak dari Daniel Dubois pada September 2024 masih membekas. Prenga, 35 tahun, datang dengan rekor 20 kemenangan knockout tanpa cacat sejak kekalahan tunggalnya pada 2017. Meski belum pernah menembus jajaran elite kelas berat, daya hancurnya patut diwaspadai.
Konteks pertarungan ini tak bisa dilepaskan dari rencana besar duel Joshua vs Fury. Setelah lebih dari satu dekade negosiasi, kedua petinju Inggris itu akhirnya menandatangani kesepakatan. Fury sendiri baru saja mengalahkan Arslanbek Makhmudov pada April lalu dan juga akan menjalani laga pemanasan melawan Mariusz Wach, 46 tahun, di Thailand pada Jumat. Jika keduanya menang, pertarungan akbar dijadwalkan pada akhir tahun ini.
Promotor Eddie Hearn menyebut November sebagai bulan potensial, dengan Netflix sebagai platform siaran. Saudi powerbroker Turki Alalshikh, yang mengoordinasikan pertarungan, bahkan membuka kemungkinan gelaran di Wembley Stadium dengan syarat otoritas London setuju menggelar acara pada dini hari untuk mengakomodasi penonton global. Sumber di sekitar Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, menyebut proposal itu "doable", sementara Principality Stadium Cardiff juga siap menjadi tuan rumah.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan ini menarik karena Joshua tetap menjadi ikon global yang pertarungannya selalu ditunggu. Duel dengan Fury, jika terwujud, akan menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah tinju kelas berat. Namun, Joshua harus melewati Prenga terlebih dahulu. Petinju Albania itu mungkin tidak dikenal luas, tetapi kekuatan pukulannya bisa menjadi mimpi buruk jika Joshua lengah.
Pertarungan ini juga menjadi sorotan karena Joshua baru pulih dari pengalaman traumatis sebagai penumpang dalam kecelakaan mobil fatal pada akhir Desember. Ia membutuhkan laga pemanasan untuk mengembalikan kepercayaan diri. Prenga, di sisi lain, melihat ini sebagai kesempatan emas untuk mengukir namanya di panggung dunia.
Dengan tidak adanya gelar yang dipertaruhkan, motivasi utama Joshua adalah menjaga asa melawan Fury. Jika ia gagal, rencana besar itu bisa buyar. Sebaliknya, kemenangan akan membawanya selangkah lebih dekat ke pertarungan yang diperkirakan menghasilkan pendapatan fantastis. Pertanyaannya, akankah Joshua tampil meyakinkan atau justru Prenga yang menciptakan kejutan?



