David Beckham: Wajah Piala Dunia yang Mengubah Sepak Bola Amerika
Baca dalam 60 detik
- Beckham mendominasi iklan 11 merek besar selama Piala Dunia 2026, menjadikannya simbol turnamen di Amerika Serikat.
- Kedatangannya ke MLS pada 2007 dan perannya membujuk Messi ke Inter Miami dua kali mengubah lanskap sepak bola AS.
- Pengaruh Beckham melampaui olahraga, menjembatani sepak bola, mode, dan hiburan, serta mengukuhkan statusnya sebagai ikon budaya.

David Beckham telah menjadi sosok yang tak terhindarkan selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Mantan kapten timnas Inggris itu tampil di kampanye iklan untuk 11 merek, mulai dari McDonald's hingga Bank of America, menjadikannya wajah komersial turnamen yang paling dikenal.
Di lapangan, sorotan tertuju pada pemain seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Namun di luar lapangan, Beckham mendominasi jeda iklan dan acara-acara terkait. Ia terlihat di pertandingan pembukaan AS di Los Angeles bersama Tom Cruise, dan beberapa jam sebelumnya menerima bintang di Hollywood Walk of Fame—sebuah kehormatan yang belum pernah diraih pesepak bola profesional sebelumnya.
Pengaruh Beckham tidak terjadi begitu saja. Menurut Dan Courtemanche, wakil presiden eksekutif Major League Soccer (MLS), Beckham telah dua kali mengubah nasib sepak bola Amerika. Pertama, ketika ia bergabung dengan LA Galaxy pada 2007, stadion-stadion MLS langsung penuh terjual bahkan sebelum ia bermain. Kedua, pada 2023, ia membantu meyakinkan Lionel Messi untuk memilih Inter Miami, yang kembali membawa MLS ke level baru.
Stacy Jones, CEO agensi pemasaran Hollywood Branded, menilai Beckham memiliki daya tarik unik yang menjangkau berbagai demografi. "Ia menarik perempuan karena karismanya, tetapi juga disukai pria. Ia terlihat autentik dan rendah hati, sehingga tidak terkesan memaksa," ujarnya. Jones menambahkan bahwa Beckham berhasil bergerak mulus antara sepak bola, mode, hiburan, dan bisnis—sesuatu yang jarang dicapai selebritas lain.
Di Hermosa Beach, selatan Los Angeles, ratusan penggemar berkumpul untuk menonton final Piala Dunia Spanyol dalam acara yang diselenggarakan LA Galaxy. Sebagian dari mereka mengingat Beckham sebagai pemain hebat, namun ada juga yang mengeluhkan terlalu banyaknya iklan yang ia bintangi. Megan Hapeman, seorang ibu, menceritakan putranya yang berusia enam tahun bangga memiliki gelas McDonald's edisi Beckham. "Itulah yang dibeli merek-merek itu—koneksi emosional," kata Jones.
Bagi Indonesia, fenomena Beckham menawarkan pelajaran tentang bagaimana seorang atlet dapat membangun merek pribadi yang melampaui olahraga. Di tengah gairah sepak bola yang tinggi, figur seperti Beckham menunjukkan bahwa pengaruh seorang pemain tidak hanya diukur dari prestasi di lapangan, tetapi juga dari kemampuannya menjembatani budaya dan bisnis. Ini relevan bagi pesepak bola Indonesia yang ingin memperluas dampak mereka.
Tom Braun, presiden LA Galaxy, menyebut Beckham sebagai "figur ikonik dalam olahraga dan budaya kita." Beckham telah membangun kerajaan bisnis di sekitar namanya dan terus bergema di hati masyarakat. Dengan usianya yang kini 51 tahun, Beckham membuktikan bahwa warisannya tidak pudar. Pertanyaan besarnya: akankah ada pemain lain yang mampu meniru jejaknya di Amerika—atau bahkan di Indonesia?



