Aston Villa Incar Winger Bologna yang Pernah Membuat Matty Cash Kewalahan
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa telah melakukan pendekatan untuk merekrut Jonathan Rowe dari Bologna setelah pemain itu tampil impresif di Liga Europa.
- Rowe, yang digambarkan sebagai 'top winger', sukses membongkar pertahanan Villa dan mendapat rating 9,1 pada laga perempat final.
- Bologna enggan melepas pemain berusia 23 tahun itu tanpa tawaran yang sangat menggiurkan, mengingat kontraknya masih panjang hingga 2029.

Aston Villa kembali aktif di bursa transfer musim panas ini. Setelah kehilangan Morgan Rogers yang hengkang ke Chelsea, klub asal Birmingham itu kini membidik winger Bologna, Jonathan Rowe, sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat lini serang. Langkah ini diambil di tengah upaya Villa yang juga tengah merampungkan transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea.
Rowe bukanlah nama asing bagi pendukung Villa. Pada perempat final Liga Europa musim lalu, pemain Inggris berusia 23 tahun itu tampil luar biasa saat Bologna bertandang ke Villa Park. Meski timnya kalah 1-3, Rowe berhasil mencetak satu gol, menyelesaikan empat dribel, dan menciptakan satu peluang emas. Penampilannya mendapat rating 9,1 dari SofaScore, dan yang paling membekas adalah bagaimana ia berkali-kali mempermalukan bek kanan Villa, Matty Cash.
Mantan striker Villa, Gabby Agbonlahor, yang kini menjadi pengamat, memberikan testimoni mencolok. "Saya melihatnya saat melawan Aston Villa. Matty Cash adalah bek top, tapi Rowe benar-benar menghancurkannya. Dia langsung, cepat, dan sangat tajam. Saya sangat ingin Villa merekrutnya," ujar Agbonlahor. Meski begitu, ia juga mengakui bahwa produktivitas Rowe perlu ditingkatkanโhanya tiga gol di Serie A dan empat gol di Liga Europa musim lalu.
Ketertarikan Villa pada Rowe bukanlah hal baru. Pelatih Unai Emery telah mengidentifikasi pemain ini sebagai target sejak Mei lalu. Rowe juga menjadi rebutan klub-klub besar lain seperti Manchester United, Chelsea, Everton, dan Newcastle United. Menurut laporan TEAMtalk, Villa telah mengirimkan pertanyaan resmi, namun Bologna menegaskan tidak ingin menjual. Tawaran yang sangat menggiurkan diperlukan untuk memancing klub Italia itu bernegosiasi.
Menariknya, Agbonlahor justru lebih memuji Rowe dibandingkan Garnacho. Ia menilai Garnacho "bukan pemain bagus" dan mencatat bahwa pemain Argentina itu hanya mencetak satu gol di Premier League musim lalu. Meski Garnacho memiliki pengalaman lebih di Inggris (17 gol dan 14 assist dalam 117 laga Premier League), produktivitasnya menurun drastis. Sementara itu, Rowe yang lebih muda dianggap memiliki potensi lebih besar untuk berkembang di bawah asuhan Emery, yang dikenal mampu memaksimalkan potensi pemain sayap.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Villa ini menarik untuk diikuti. Liga Inggris selalu menjadi tontonan utama, dan keputusan Emery dalam memilih antara Rowe dan Garnacho bisa menjadi indikator strategi klub di musim depan. Apakah Villa akan mengeluarkan dana besar untuk pemain yang sudah teruji di Premier League, atau berinvestasi pada talenta muda yang sedang naik daun? Jawabannya akan menentukan daya saing Villa di kancah domestik dan Eropa.
Selain Rowe dan Garnacho, Villa juga dikaitkan dengan Nicolas Jackson dan Liam Delap. Dengan kepergian Rogers, lini serang Villa jelas membutuhkan suntikan segar. Pertanyaan besarnya: akankah Emery berhasil membujuk Bologna melepas Rowe, atau justru fokus pada opsi lain yang lebih mudah direalisasikan?



