Bellingham Bintang, Kane Tajam: Rating Pemain Inggris di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Jude Bellingham mencetak tujuh gol dan memecahkan rekor pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia, mendapat nilai tertinggi 9.
- Harry Kane mengemas enam gol sebelum perempat final, namun performanya menurun setelah laga ekstra time melawan Norwegia dan Meksiko.
- Djed Spence dan Marc Guehi menjadi kejutan dengan nilai 8, sementara Jordan Henderson cedera aneh setelah menabrak papan iklan.

Jude Bellingham menjadi bintang utama Inggris di Piala Dunia 2026 dengan torehan tujuh gol, memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas di turnamen ini. Performa gelandang Real Madrid itu mendapat nilai sempurna 9 dari jurnalis BBC Sport, Alex Howell, yang menilai setiap pemain sepanjang turnamen. Inggris sendiri mengakhiri partisipasi dengan kemenangan 6-4 atas Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga yang dramatis.
Bellingham tidak hanya subur, tetapi juga menunjukkan mentalitas juara. Gol terakhirnya, sebuah aksi individu brilian melawan Prancis, menjadi penegas statusnya sebagai pemain kunci masa depan. Sementara itu, Harry Kane yang mengemas enam gol sebelum perempat final harus puas dengan nilai 8,5. Kapten timnas itu dianggap kelelahan setelah dua laga beruntun yang harus melewati perpanjangan waktu, sehingga performanya menurun saat melawan Argentina di semifinal.
Di lini belakang, Marc Guehi dan Djed Spence menjadi dua pemain dengan nilai tertinggi (8). Guehi tampil konsisten sepanjang turnamen, termasuk saat sukses meredam Erling Haaland di perempat final. Spence, yang bisa bermain di kedua sisi full-back, menjadi salah satu pemain terobosan dengan kecepatan dan kemampuannya dalam duel satu lawan satu. Ia juga memenangi penalti di laga melawan Prancis.
Di sisi lain, sejumlah pemain mengalami turnamen yang mengecewakan. Jordan Henderson, yang menjadi pemain Inggris pertama yang tampil di empat Piala Dunia, harus mengakhiri turnamen lebih awal setelah patah lengan akibat insiden aneh usai kemenangan atas Meksiko. Ia menjalani operasi dan tidak bisa dimainkan lagi. Kiper utama Jordan Pickford juga dinilai tidak dalam performa terbaiknya, dengan beberapa momen goyah, meski tetap menjadi nomor satu yang tak tergantikan.
Pelatih Thomas Tuchel patut diacungi jempol atas beberapa keputusan berani, seperti membawa John Stones yang sedang bermasalah dengan kebugaran. Stones memang sempat goyah di awal, namun bangkit dan tampil solid di perempat final dan semifinal. Namun, keputusan memanggil Trevoh Chalobah sebagai pengganti Tino Livramento menuai kritik karena dianggap membuat Inggris kekurangan opsi di full-back. Chalobah hanya bermain beberapa menit di akhir laga melawan Prancis.
Bagi Indonesia, performa Inggris di Piala Dunia ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen kebugaran pemain di turnamen padat. Kasus Kane yang kelelahan setelah dua laga ekstra time mengingatkan bahwa rotasi pemain sangat krusial. Selain itu, munculnya pemain muda seperti Nico O'Reilly (21 tahun) yang langsung menjadi starter di lima laga menunjukkan bahwa keberanian memberikan kesempatan kepada pemain baru bisa membuahkan hasil. O'Reilly, yang baru menjadi pilihan utama di November, dinilai sangat impresif meski masih perlu meningkatkan aspek defensif.
Ke depan, Inggris dihadapkan pada pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikan Harry Kane jika ia pensiun? Dengan performa Bellingham yang luar biasa dan munculnya nama-nama seperti Anthony Gordon (nilai 8) dan Morgan Rogers (7,5), transisi generasi tampaknya berjalan positif. Namun, kegagalan mencapai final lagi-lagi menjadi catatan bahwa tim ini masih perlu menemukan keseimbangan antara kreativitas dan ketajaman di lini depan.



