Iraola Berambisi Pertahankan Mac Allister dan Alisson di Liverpool
Baca dalam 60 detik
- Manajer Liverpool Andoni Iraola secara terbuka menyatakan keinginannya mempertahankan Alexis Mac Allister dan Alisson meski spekulasi hengkang menguat.
- Mac Allister belum memulai negosiasi kontrak baru, sementara Alisson hanya tersisa satu tahun masa baktinya di Anfield.
- Iraola juga mengakui lini belakang timnya menipis, terutama setelah cedera Conor Bradley yang membutuhkan waktu pemulihan berbulan-bulan.

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menegaskan ambisinya untuk mempertahankan dua pilar utama tim, Alexis Mac Allister dan Alisson Becker, di tengah gempuran rumor transfer yang membayangi Anfield. Dalam konferensi pers yang digelar di Chicago, awal tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat, Iraola secara blak-blakan menyebut kedua pemain sebagai aset yang tak tergantikan untuk musim depan.
Mac Allister, gelandang timnas Argentina yang menjadi pahlawan di Piala Dunia 2022, masih memiliki sisa kontrak dua tahun dari kesepakatan lima musim yang ditekennya pada 2023. Namun, hingga kini belum ada perundingan perpanjangan kontrak, memicu spekulasi bahwa ia bisa hengkang pada bursa transfer musim panas ini. Iraola tak menampik ketertarikan klub lain, tetapi ia menegaskan prioritasnya adalah mempertahankan pemain bintang. "Alexis adalah salah satu pemain terbaik klub dalam beberapa tahun terakhir, dan ia tampil gemilang di Piala Dunia. Wajar jika klub lain menginginkannya, tapi saya ingin mempertahankan pemain bagus saya," ujar Iraola.
Situasi serupa juga dialami Alisson. Kiper asal Brasil yang kini berusia 33 tahun itu hanya memiliki kontrak satu musim lagi dan dikaitkan dengan Juventus. Meski demikian, Iraola mengandalkan pengalaman Alisson untuk menjadi mentor bagi para pemain muda dan rekrutan anyar. "Alisson adalah referensi di ruang ganti yang kehilangan beberapa figur senior. Ia akan membantu proses adaptasi pemain baru dan pemain muda. Kami butuh sosok seperti Virgil, Alisson, dan Joe Gomez yang sudah lama di sini," jelas pelatih asal Spanyol tersebut.
Di sisi lain, Iraola juga mengakui bahwa lini pertahanan Liverpool saat ini sangat tipis. Cedera Conor Bradley yang diderita sejak Januari membuat bek kanan asal Irlandia Utara itu belum bisa bermain dalam waktu dekat. "Jika Conor fit, kami tidak akan bertanya-tanya soal posisi bek kanan. Tapi sekarang situasinya rumit, karena kami percaya padanya untuk jangka panjang, namun ia masih jauh dari pulih," ungkap Iraola. Ia pun mengisyaratkan akan mencari solusi di bursa transfer, terutama untuk posisi bek kanan dan bek tengah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Liverpool memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan keputusan terkait masa depan Mac Allister serta Alisson akan berdampak pada daya saing tim di Liga Inggris dan Eropa. Apalagi, dengan jadwal padat musim depan, kedalaman skuad menjadi faktor krusial. Jika Liverpool gagal mempertahankan kedua pemain kunci atau tidak segera mendatangkan pengganti yang setara, bukan tidak mungkin performa tim akan terganggu.
Ke depannya, publik menanti langkah konkret manajemen Liverpool. Akankah mereka segera membuka negosiasi kontrak dengan Mac Allister dan Alisson? Atau justru memanfaatkan bursa transfer untuk mendatankan pemain baru? Yang jelas, Iraola telah memberikan sinyal jelas: ia tak ingin kehilangan pemain bintangnya, dan ia sadar betul bahwa memperkuat lini belakang adalah prioritas yang tak bisa ditunda.



