Semifinal Piala Dunia 2026: Argentina vs Inggris, Bintang Serie A Dicadangkan
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi memimpin Argentina menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026, dengan sejumlah pemain Serie A seperti Lautaro Martinez dan Nico Gonzalez hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
- Laga di Atlanta ini menjadi ujian berat bagi Argentina yang harus melewati perpanjangan waktu di tiga pertandingan sebelumnya, sementara Inggris mengandalkan duet Jude Bellingham dan Harry Kane yang mencetak hampir seluruh gol mereka.
- Keputusan mengejutkan pelatih Lionel Scaloni menurunkan Giuliano Simeone di lini tengah, serta absennya Jordan Henderson karena cedera, mewarnai susunan pemain kedua tim.

Duel sengit antara Argentina dan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan besar: sejumlah pemain bintang yang berlaga di Serie A Italia harus memulai laga dari bangku cadangan. Kapten Inter Milan Lautaro Martinez, winger Juventus Nico Gonzalez, dan gelandang Como Nico Paz tidak masuk dalam susunan starter tim Tango saat pertandingan berlangsung di Atlanta, Kamis dini hari WIB.
Pertandingan yang disiarkan langsung pada pukul 07.00 WIB ini menjadi penentu siapa yang akan melaju ke final menghadapi Spanyol pada Minggu mendatang. Sementara itu, tim yang kalah harus berjuang memperebutkan medali perunggu melawan Prancis pada Sabtu. Atmosfer pertandingan kian panas dengan kehadiran wasit asal Italia, Maurizio Mariani, sebagai ofisial keempat yang mengawasi pelatih Thomas Tuchel dan Lionel Scaloni.
Argentina, yang datang sebagai juara bertahan sejak 2022, harus melalui jalan terjal untuk mencapai semifinal. Mereka membutuhkan perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Cape Verde, comeback dramatis dari ketertinggalan 2-0 melawan Mesir yang diwarnai kontroversi, serta perpanjangan waktu lagi untuk mengalahkan Swiss yang bermain dengan sepuluh pemain. Lautaro Martinez, yang telah mencetak dua gol di turnamen ini, kembali dicadangkan dengan Julian Alvarez menjadi pilihan utama di lini depan.
Keputusan mengejutkan lainnya datang dari lini tengah. Alih-alih menurunkan Rodrigo De Paul, Scaloni justru memberikan kepercayaan kepada Giuliano Simeone—adik dari penyerang Torino Giovanni Simeone. Giuliano, yang lahir di Roma saat ayahnya Diego bermain untuk Lazio, diplot sebagai starter. Sementara itu, Nico Gonzalez yang musim ini dipinjamkan ke Atletico Madrid dan mencetak lima gol dalam 37 pertandingan, harus puas di bangku cadangan. Di sisi lain, Nahuel Molina—eks Udinese—menempati pos bek kanan, dan Leandro Paredes yang sempat diragukan karena cedera dinyatakan fit untuk bermain.
Di kubu Inggris, perjalanan mereka tidak kalah dramatis. Pada babak perempat final, tim asuhan Thomas Tuchel harus bekerja keras melewati perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Norwegia berkat dwigol Jude Bellingham. Fakta menarik, hampir seluruh gol Inggris di turnamen ini lahir dari kaki Bellingham atau Harry Kane—hanya satu gol yang dicetak pemain lain. Namun, Inggris harus kehilangan Jordan Henderson yang mengalami patah lengan setelah melompati papan iklan, sementara Jarrell Quansah masih menjalani sanksi larangan bermain dua pertandingan.
Kabar baik datang dari Declan Rice yang pulih dari gangguan pencernaan dan siap bermain. Kejutan di lini depan adalah dimulainya Morgan Rogers dari Aston Villa sebagai starter untuk kedua kalinya di Piala Dunia ini, menempati posisi sayap kanan. Di lini belakang, Tuchel melakukan rotasi dengan menurunkan Reece James dan Djed Spence—yang dikaitkan dengan Inter Milan—sebagai bek sayap.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menghadirkan duel antara dua raksasa sepak bola dengan gaya bermain yang kontras. Argentina mengandalkan penguasaan bola dan kreativitas Messi, sementara Inggris mengandalkan kecepatan transisi dan ketajaman Bellingham-Kane. Pertanyaan besarnya: akankah keputusan berani Scaloni mencadangkan bintang Serie A membuahkan hasil, atau justru menjadi bumerang bagi langkah Argentina mempertahankan gelar?



