Lichtsteiner Yakin Spalletti Bawa Juventus Kembali ke Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek Juventus Stephan Lichtsteiner memuji Luciano Spalletti sebagai pelatih yang mampu mengembalikan klub ke Liga Champions musim depan.
- Lichtsteiner menekankan Juventus harus membangun kembali kepemimpinan setelah kepergian pilar seperti Pirlo, Buffon, dan Del Piero.
- Ia juga mendukung Andrea Pirlo sebagai calon pelatih timnas Italia, yakin bisa membangkitkan kejayaan Italia.

Stephan Lichtsteiner, mantan bek kanan Juventus yang kini menukangi Basel, memberikan dukungan penuh kepada Luciano Spalletti untuk membawa kembali Si Nyonya Tua ke Liga Champions musim depan. Dalam pernyataan usai laga persahabatan melawan mantan klubnya, Lichtsteiner menilai Spalletti sebagai salah satu pelatih terbaik yang mampu membenahi situasi di Turin.
Lichtsteiner, yang menghabiskan tujuh musim bersama Juventus dan meraih tujuh gelar Serie A, mengakui tantangan yang dihadapi Spalletti tidak ringan. Kepergian pemain-pemain ikonik seperti Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, dan Alessandro Del Piero meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang harus segera diisi. “Sulit untuk membandingkan. Dulu ada pilar-pilar penting, sekarang belum terlihat,” ujarnya, seperti dikutip TuttoMercatoWeb.
Meski demikian, Lichtsteiner percaya Spalletti memiliki kapasitas untuk mengembalikan Juventus ke jalur kemenangan. “Dari kejauhan sulit menilai, tapi Juventus punya Spalletti, pelatih yang sangat mumpuni, salah satu yang terbaik. Saya yakin dia akan membenahi semuanya dan membawa Juventus kembali ke Liga Champions tahun depan,” tegasnya. Keyakinan ini muncul di tengah tekanan besar yang melekat pada klub: “Saat Anda memakai jersey ini, Anda harus menang. Itulah tekanan di Juventus.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Juventus menarik dicermati. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan kegagalan lolos ke Liga Champions musim lalu menjadi pukulan tersendiri. Kehadiran Spalletti—yang sukses membawa Napoli juara Serie A—memberi harapan baru. Namun, tantangan membangun kembali kepemimpinan tim, seperti disorot Lichtsteiner, menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah. Apalagi, persaingan di Serie A semakin ketat dengan Inter Milan, AC Milan, dan Napoli yang terus menguat.
Selain membahas Juventus, Lichtsteiner juga angkat bicara mengenai kursi pelatih timnas Italia yang lowong. Ia mendukung Andrea Pirlo, rekan setimnya dulu, untuk mengisi posisi tersebut. “Saya kenal Andrea, dia punya semua kualitas. Saya yakin Italia akan hebat lagi,” ucapnya. Pirlo, yang pernah menangani Juventus pada musim 2020/21, dianggap memiliki visi permainan yang cocok untuk membangun kembali skuad Azzurri pasca-kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: apakah Spalletti mampu mengembalikan kejayaan Juventus dalam waktu singkat? Ataukah proses pembangunan kembali kepemimpinan, seperti diingatkan Lichtsteiner, membutuhkan waktu lebih lama? Sementara itu, dukungan untuk Pirlo sebagai pelatih Italia menambah dinamika menarik dalam sepak bola Negeri Pizza.



