Argentina vs Inggris: Scaloni Menolak Campurkan Politik ke Lapangan Hijau
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan laga semifinal Piala Dunia melawan Inggris murni pertandingan sepak bola, bukan ajang mengungkit konflik masa lalu.
- Ketegangan historis akibat Perang Falklands 1982 masih membayangi rivalitas kedua tim, namun Scaloni memilih fokus pada aspek olahraga demi menghormati para korban.
- Argentina datang dengan performa kurang meyakinkan di fase gugur, sementara Inggris mengandalkan duet Kane-Bellingham yang sama-sama telah mencetak enam gol.

Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, dengan tegas menolak mencampuradukkan politik dengan sepak bola menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris di Atlanta, Rabu (16/7) waktu setempat. Bagi Scaloni, pertandingan ini adalah murni adu taktik dan skill di atas rumput, bukan ajang mengungkit luka sejarah yang telah berlalu puluhan tahun lalu.
Duel Argentina vs Inggris selalu sarat muatan emosional, terutama karena latar belakang Perang Falklands (Malvinas) tahun 1982 yang menewaskan ratusan tentara dari kedua sisi. Meski demikian, Scaloni menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan sentimen politik mengganggu konsentrasi tim. โKenyataannya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan hal-hal lain, terutama demi menghormati apa yang terjadi bertahun-tahun lalu,โ ujarnya dalam konferensi pers.
Pernyataan Scaloni muncul setelah para pemain Argentina kedapatan menyanyikan yel-yel yang merujuk pada Kepulauan Falklands usai mengalahkan Mesir di babak 16 besar. Insiden itu memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di luar lapangan, sehingga pihak keamanan Atlanta pun menerapkan langkah-langkah ekstra. Namun, Scaloni memilih untuk meredam isu tersebut dengan mengingatkan bahwa perang adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dirayakan.
Dari sisi performa, Argentina memang tidak tampil meyakinkan sepanjang turnamen. Mereka butuh perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Cape Verde dan Swiss, serta nyaris tersingkir oleh Mesir. Scaloni tidak ambil pusing dengan kritik tersebut. โSatu setengah bulan lalu saya pasti langsung menerima tawaran untuk lolos ke semifinal. Jadi saya tidak peduli bagaimana kami sampai di sini,โ katanya. Ia juga menambahkan bahwa kelelahan bukanlah alasan, karena ini adalah semifinal Piala Dunia.
Di kubu lawan, Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah penampilan solid di fase gugur. Dua pemain kunci mereka, Harry Kane dan Jude Bellingham, masing-masing telah mengoleksi enam gol. Scaloni mengakui kualitas kedua pemain tersebut dan telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam pergerakan mereka. โMereka adalah pemain hebat, termasuk yang terbaik di dunia. Pelatih mana pun pasti ingin memiliki mereka,โ puji Scaloni.
Bagi publik Indonesia, laga ini menarik karena kedua tim memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Rivalitas Argentina vs Inggris juga kerap menjadi tontonan yang menghibur, terlepas dari sejarah kelam di belakangnya. Scaloni berharap pertandingan nanti bisa menjadi contoh bagaimana sepak bola mampu menyatukan, bukan memecah belah.
Pertanyaan besarnya: mampukah Argentina mempertahankan gelar juara dunia, atau justru Inggris yang akhirnya mengakhiri puasa final selama 60 tahun? Semua akan terjawab di Atlanta nanti malam.



