Spanyol Hentikan Langkah Perancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Spanyol mengalahkan Perancis 2-0 di semifinal Piala Dunia 2026, membuat tiga pemain Serie A tersingkir dari perebutan gelar.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor pertahanan kokoh Spanyol yang hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan.
- Spanyol akan menghadapi pemenang antara Inggris dan Argentina di final, sementara Perancis bertarung memperebutkan perunggu.

Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan favorit turnamen, Perancis, dengan skor 2-0 di semifinal yang digelar Selasa dini hari WIB. Kekalahan ini memupus harapan tiga pemain Serie A—Mike Maignan, Adrien Rabiot, dan Manu Koné—untuk tampil di partai puncak.
Bermain di Stadion MetLife, New Jersey, Spanyol tampil disiplin dan efisien. Gol pertama lahir dari titik putih setelah bek Lucas Digne menjatuhkan Lamine Yamal di kotak terlarang. Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti melewati kiper AC Milan, Mike Maignan, pada menit ke-25. Keunggulan bertambah pada babak kedua lewat aksi Pedro Porro yang memanfaatkan umpan satu-dua dengan Dani Olmo.
Perancis, yang sebelumnya tak terkalahkan di turnamen, kesulitan menembus pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia. Pelatih Didier Deschamps melakukan dua perubahan dari laga perempat final, termasuk menurunkan Aurelien Tchouameni yang pulih dari cedera dan mengorbankan Manu Koné ke bangku cadangan. Namun, perubahan itu tak cukup membendung permainan kolektif La Roja.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa dominasi tim-tim Eropa masih kuat, namun Spanyol menunjukkan bahwa pendekatan teknis dan pertahanan solid bisa mengalahkan tim bertabur bintang. Tidak ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, tetapi turnamen ini tetap menjadi tontonan global yang menyedot perhatian, termasuk dari para penggemar Tanah Air yang mengikuti kompetisi Serie A melalui siaran langsung.
Kekalahan Perancis juga menyisakan cerita pahit bagi para pemain Serie A. Maignan, yang tampil gemilang sepanjang turnamen, harus memungut bola dari gawangnya dua kali. Rabiot, yang sudah diganjar kartu kuning, ditarik keluar pada babak kedua demi menghindari kartu merah. Sementara Koné, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, tak mampu mengubah keadaan. Di sisi lain, gelandang Spanyol Fabian Ruiz, eks Napoli, justru tampil impresif dan menjadi motor serangan.
Spanyol kini menunggu lawan di final, yang akan ditentukan oleh laga semifinal antara Inggris dan Argentina. Pelatih Luis de la Fuente optimistis timnya bisa membawa pulang trofi, mengingat performa konsisten sepanjang turnamen. Sementara itu, Perancis harus bangkit untuk merebut medali perunggu pada 18 Juli melawan tim yang kalah di semifinal lainnya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Spanyol mempertahankan rekor kebobolan minim mereka di laga puncak, atau akankah lawan yang lebih agresif mampu membongkar pertahanan kokoh ala La Roja?



