Jejak Sepak Bola Inggris di Cologne: Dari Woodcock ke Heskey, Tradisi yang Terjaga
Baca dalam 60 detik
- Cologne hanya memiliki segelintir pemain Inggris dalam sejarahnya, dimulai dari Tony Woodcock pada 1979 hingga Reigan Heskey yang baru bergabung.
- Woodcock menjadi pelopor dengan 130 penampilan Bundesliga dan 39 gol, membuka jalan bagi pemain Inggris seperti Sancho dan Bellingham.
- Heskey, putra mantan striker Inggris Emile Heskey, melanjutkan tradisi langka ini bersama bek Jahmai Simpson-Pusey, memperkuat koneksi Cologne dengan Manchester City.

Hanya segelintir pemain Inggris yang pernah memperkuat FC Cologne dalam sejarah panjang klub Bundesliga tersebut. Dari Tony Woodcock yang membuka jalan pada 1979 hingga Reigan Heskey yang baru direkrut, tradisi ini menjadi bukti bagaimana pemain Negeri Ratu Elizabeth berani mengambil jalur berbeda di kancah sepak bola Jerman.
Woodcock, yang bergabung dari Nottingham Forest setelah memenangkan Piala Eropa, langsung menunjukkan taringnya. Dalam dua periode berseragam Cologne (1979โ1982 dan 1986โ1988), ia mencatatkan 130 penampilan Bundesliga dan 39 gol. Musim pertamanya menjadi puncak kariernya di Jerman: 17 gol liga membawa Cologne menjadi runner-up di bawah Bayern Munich. Pada periode keduanya, ia turut mengantarkan tim ke final Piala UEFA 1985/86.
Selama hampir empat dekade, Woodcock menjadi satu-satunya pemain Inggris yang tercatat di skuad utama Cologne. Ketiadaan itu baru berakhir pada 2026 ketika bek tengah Jahmai Simpson-Pusey datang dari Manchester City, awalnya dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan. Kini, Reigan Heskey mengikuti jejak tersebut. Winger muda yang juga merupakan lulusan akademi Manchester City ituโdan putra dari mantan striker timnas Inggris Emile Heskeyโdatang dengan reputasi sebagai salah satu penyerang muda menjanjikan Inggris.
Fenomena pemain Inggris di Bundesliga sebenarnya bukan hal baru. Jadon Sancho, Jude Bellingham, dan Jamie Gittens telah membuktikan bahwa Jerman bisa menjadi panggung untuk berkembang. Transfer Harry Kane ke Bayern Munich pada musim panas 2023 menjadi puncak evolusi tersebut: pemain Inggris kini tidak hanya datang untuk uji coba, melainkan sebagai bintang yang sudah mapan. Namun, Cologne tetap menjadi kasus unik karena jumlah pemain Inggris yang sangat terbatas.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini mengingatkan pada perjalanan pemain Asia yang merantau ke Eropa. Seperti halnya Woodcock yang menjadi pionir, pemain Indonesia seperti Pratama Arhan atau Egy Maulana Vikri juga berusaha menembus liga top Eropa. Namun, Cologne menunjukkan bahwa kesempatan tidak selalu datang dari klub besar; terkadang, klub dengan sejarah panjang dan basis penggemar fanatik bisa menjadi tempat yang tepat untuk berkembang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Reigan Heskey mampu mengikuti jejak Woodcock atau setidaknya menjadi pemain reguler di Bundesliga. Dengan persaingan ketat di lini depan Cologne, ia harus bekerja keras untuk mendapatkan menit bermain. Namun, jika berhasil, ia tidak hanya akan mengukir namanya sendiri, tetapi juga memperkuat ikatan langka antara Inggris dan klub tepi sungai Rhine ini.



