Newcastle Ajukan Tawaran Rp92 Miliar untuk Lucas Bergvall, Tottenham Langsung Tolak
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United resmi mengajukan tawaran senilai ยฃ46 juta (sekitar Rp92 miliar) untuk gelandang muda Tottenham Hotspur, Lucas Bergvall, namun langsung ditolak.
- Tottenham memegang kendali penuh karena kontrak Bergvall masih panjang hingga 2031, dan telah menolak sejumlah tawaran dari klub lain termasuk Nottingham Forest.
- Jika Newcastle ingin merekrut pemain berusia 20 tahun itu, mereka harus menyiapkan dana lebih besar atau mencari alternatif lain di bursa transfer.

Newcastle United mengajukan tawaran resmi senilai ยฃ46 juta atau setara Rp92 miliar untuk merekrut gelandang Tottenham Hotspur, Lucas Bergvall, namun proposal tersebut langsung ditolak oleh manajemen Spurs. Langkah ini menjadi sinyal bahwa The Magpies serius membangun tim jangka panjang di bawah asuhan Eddie Howe, meski harus berhadapan dengan sikap keras klub London Utara yang enggan melepas pemain mudanya.
Menurut laporan jurnalis transfer ternama David Ornstein dari The Athletic, Newcastle telah mengirimkan proposal untuk Bergvall pada pertengahan Juli 2026. Namun, Tottenham dengan tegas menolak tawaran tersebut dan menyatakan bahwa pemain berusia 20 tahun itu tidak dijual dengan harga di bawah permintaan mereka. Ornstein, yang dikenal memiliki rekam jejak akurat dalam pemberitaan bursa transfer, menambahkan bahwa Spurs juga telah menolak tawaran yang lebih rendah dari Nottingham Forest, serta tawaran yang lebih tinggi dari klub lain.
Bergvall bergabung dengan Tottenham pada 2024 setelah bersaing dengan Barcelona untuk mendapatkannya. Sejak itu, ia telah tampil dalam 78 pertandingan senior untuk Spurs, mencetak dua gol dan sembilan assist. Meski angka tersebut tidak spektakuler, perannya sebagai gelandang tengah lebih diukur dari kemampuannya menjaga penguasaan bola, membawa tim ke depan, dan mengendalikan ritme permainan. Ia juga sudah mengoleksi 14 caps bersama timnas Swedia.
Kontrak Bergvall di Tottenham berlaku hingga 2031, memberikan posisi tawar yang sangat kuat bagi klub. Spurs tidak berada dalam tekanan untuk menjual musim panas ini, dan secara internal telah menyampaikan kepada pemain bahwa mereka ingin mempertahankannya. Sikap ini membuat Newcastle harus berpikir ulang jika ingin melanjutkan perburuan.
Dari sisi Newcastle, langkah ini mencerminkan strategi transfer yang diterapkan Eddie Howe: memburu pemain muda berbakat yang bisa menjadi fondasi jangka panjang, bukan sekadar mendatangkan bintang yang sudah matang. Sebelumnya, Newcastle sempat dikaitkan dengan Johan Manzambi, namun gagal mendapatkannya. Bergvall dianggap sebagai kandidat ideal untuk mengisi lini tengah masa depan, dengan fleksibilitas bermain sebagai gelandang bertahan atau gelandang serang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League kini berlomba mengamankan talenta muda sebelum harganya meroket. Jika Bergvall akhirnya pindah, ia bisa menjadi contoh bagaimana pemain muda Eropa meniti karier di liga paling kompetitif di dunia. Namun, dengan Tottenham yang terus bersikukuh, Newcastle mungkin harus mengalihkan fokus ke target lain atau menaikkan tawaran ke angka yang lebih realistis.
Pertanyaan besarnya: akankah Newcastle kembali dengan tawaran yang lebih besar, atau justru mundur dan mencari alternatif lain di bursa transfer yang masih panjang?



