Spanyol Hancurkan Prancis 2-0, Lolos ke Final Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal Piala Dunia 2026, memastikan tiket final pertama mereka sejak 2010.
- Rodri tampil dominan di lini tengah dengan rating 9, sementara lini depan Prancis gagal berkembang.
- Spanyol akan menghadapi pemenang antara Inggris dan Argentina di final yang akan digelar di New Jersey.

Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis 2-0 di Dallas, Selasa (15/7) waktu setempat. Kemenangan ini membawa La Roja ke partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi untuk pertama kalinya dalam 16 tahun terakhir, sejak gelar juara mereka di Afrika Selatan 2010.
Pertandingan yang berlangsung di AT&T Stadium tersebut memperlihatkan dominasi Spanyol sejak menit awal. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil agresif dan berhasil mematikan pergerakan bintang Prancis, Kylian Mbappe, yang hanya mencatatkan dua sentuhan di kotak penalti lawan sepanjang babak pertama. Kegagalan Mbappe dan lini depan Les Bleus menjadi faktor kunci kekalahan tim asuhan Didier Deschamps.
Gol pertama Spanyol lahir dari titik putih setelah Lucas Digne melanggar Lamine Yamal di kotak terlarang. Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Mike Maignan dengan tendangan keras meskipun kiper Prancis sudah menebak arah yang benar. Keunggulan 1-0 membuat Spanyol semakin percaya diri, dan mereka menggandakan kedudukan melalui Pedro Porro yang melepaskan tembakan indah dari luar kotak penalti pada babak kedua.
Lamine Yamal, pemain berusia 19 tahun, menjadi sorotan setelah tampil hidup di semifinal. Ia memenangi penalti yang membuka keunggulan Spanyol dan hampir mencetak gol jika tidak dianulir karena offside. Penampilannya kontras dengan performa Mbappe yang dianggap mengecewakan oleh banyak pengamat. "Mbappe telah menyala di turnamen ini, tetapi malam ini ia tidak bisa berbuat banyak," tulis Neil Johnston dari BBC Sport.
Di kubu Prancis, kegagalan lini tengah menjadi sorotan utama. Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot kalah dominasi dari Rodri dan Fabian Ruiz. Rabiot bahkan nyaris diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Ruiz saat sudah mengantongi kartu kuning. Pelatih Deschamps menarik Rabiot pada awal babak kedua, tetapi perubahan itu tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Bagi Indonesia, hasil ini memberikan gambaran tentang pentingnya penguasaan lini tengah dalam sepak bola modern. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad untuk Piala Dunia 2026โmeski belum lolosโdapat belajar dari strategi Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola dan tekanan tinggi. Gaya permainan yang disiplin dan kolektif seperti yang ditunjukkan La Roja bisa menjadi acuan bagi pengembangan sepak bola di Tanah Air.
Dengan kemenangan ini, Spanyol berpeluang menyamai prestasi terbaik mereka di Piala Dunia. Final nanti akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah mereka mampu mengatasi tekanan dan membawa pulang trofi keempat kalinya. Pertanyaan besarnya: akankah Spanyol kembali ke puncak dunia setelah 16 tahun, atau justru harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak?



