Tottenham Beralih ke Schjelderup: Alternatif Lebih Tajam dari Savinho
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan membuka negosiasi dengan Benfica untuk merekrut Andreas Schjelderup, pemain sayap Norwegia berusia 22 tahun, dengan nilai transfer sekitar ยฃ34 juta.
- Schjelderup dinilai lebih unggul dari target sebelumnya, Savinho, karena catatan gol dan assist yang lebih produktif serta performa gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Norwegia.
- Keputusan ini mencerminkan strategi Tottenham untuk mendatangkan pemain dengan profil berbeda guna mengatasi kelemahan lini depan yang selama ini bergantung pada pemain serupa seperti Mohammed Kudus.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah menghubungi Benfica untuk memulai negosiasi transfer Andreas Schjelderup, pemain sayap Norwegia yang menjadi sorotan setelah penampilannya di Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil setelah klub asal London Utara itu mempertimbangkan kembali opsi mendatangkan Savinho dari Manchester City, yang dinilai memiliki profil terlalu mirip dengan pemain yang sudah ada.
Menurut laporan Football Insider, Tottenham telah melakukan kontak awal dengan raksasa Portugal tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Schjelderup, yang saat ini berusia 22 tahun, dikabarkan enggan memperpanjang kontraknya di Benfica, sehingga klub kemungkinan akan melepasnya pada bursa transfer musim panas ini. Nilai transfer pemain timnas Norwegia itu diperkirakan mencapai ยฃ34 juta.
Keputusan Tottenham untuk mengalihkan target dari Savinho ke Schjelderup didasari oleh analisis mendalam terhadap kebutuhan skuad. Savinho, yang juga berusia 22 tahun, memang memiliki kemampuan kreatif dengan 13 assist dalam dua musim terakhir bersama Manchester City. Namun, catatan golnya sangat buruk: hanya dua gol dari 7,34 xG (expected goals) dalam dua musim Premier League terakhir, serta gagal memanfaatkan 12 peluang emas. Angka ini menunjukkan inefisiensi yang mencolok di depan gawang.
Masalah tersebut semakin krusial karena Tottenham sudah memiliki Mohammed Kudus, pemain sayap kiri dengan kelemahan serupa. Kudus, yang direkrut dari West Ham United seharga ยฃ55 juta tahun lalu, hanya mencetak tiga gol dalam 26 penampilan Premier League musim lalu, dengan catatan tujuh gol dari 8,83 xG dalam dua musim. Pelatih Roberto De Zerbi dikabarkan menginginkan variasi di lini depan, bukan sekadar duplikasi profil pemain.
Schjelderup menawarkan profil yang berbeda. Sebagai pemain bertumpu kaki kanan yang bisa bermain di kedua sisi sayap, ia memiliki fleksibilitas taktis. Musim lalu, ia mencatatkan 10 gol dan 5 assist di semua kompetisi untuk Benfica, termasuk dua gol di Liga Champions. Namun, yang paling menonjol adalah performanya di Piala Dunia 2026 bersama Norwegia. Dalam enam pertandingan, ia mencetak satu gol ke gawang Inggris di perempat final dan memberikan tiga assist, semuanya melawan tim-tim besar: Prancis, Brasil, dan Inggris. Kontribusinya yang konsisten di panggung global menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan level tertinggi.
Analis sepak bola Filipe Sousa bahkan menyebut Schjelderup memiliki "potensi kelas dunia". Keunggulan lain adalah efisiensi Schjelderup di depan gawang: ia berhasil melampaui ekspektasi gol (xG) musim lalu, berbeda dengan Savinho yang justru di bawah ekspektasi. Hal ini menjadikannya opsi yang lebih menjanjikan untuk menambah ketajaman lini depan Tottenham.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Tottenham ini menarik karena mencerminkan tren klub-klub Premier League yang mulai cermat memilih pemain berdasarkan data dan profil, bukan sekadar nama besar. Jika transfer ini terwujud, Schjelderup akan menjadi pemain Norwegia kedua yang bermain di Tottenham setelah kapten timnas, Martin รdegaard, yang pernah berseragam Spurs. Pertanyaannya, akankah De Zerbi mampu memaksimalkan potensi Schjelderup di Premier League yang keras?



