Drama Kartu Merah Embolo Hancurkan Mimpi Swiss ke Semifinal Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kartu merah Breel Embolo karena diving pada menit ke-72 menjadi titik balik kekalahan Swiss 1-3 dari Argentina di perempat final Piala Dunia.
- Keputusan wasit setelah review VAR menggunakan protokol mistaken identity membuat Embolo menjadi pemain pertama dalam 20 tahun yang diusir karena simulasi.
- Insiden ini memicu perdebatan tentang aturan VAR dan dampaknya terhadap peluang tim yang sedang dalam momentum positif.

Mimpi Swiss untuk menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sirna setelah striker andalan mereka, Breel Embolo, mendapat kartu merah akibat diving pada menit ke-72 laga perempat final melawan Argentina, Sabtu (12/7) waktu setempat. Keputusan kontroversial wasit Joao Pinheiro setelah review VAR mengubah peta pertandingan yang sebelumnya didominasi Swiss.
Padahal, Swiss tengah berada dalam momentum positif setelah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Dan Ndoye. Tim asuhan Murat Yakin itu bahkan mulai tampil agresif dan bersiap melakukan pergantian pemain ofensif sebelum insiden tersebut terjadi. Namun, semuanya berubah ketika wasit Portugal itu menganulir kartu kuning untuk Leandro Paredes dan mengalihkannya ke Embolo setelah meninjau tayangan ulang.
Kartu kuning kedua untuk Embolo karena diving menjadikannya pemain pertama dalam dua dekade terakhir yang diusir karena simulasi di Piala Dunia. Sebelumnya, hanya tiga pemain yang pernah mengalami nasib serupa, terakhir Asamoah Gyan (Ghana) pada 2006. Aturan mistaken identity FIFA memungkinkan VAR mengoreksi kesalahan identitas pemain yang mendapat kartu, dan dalam kasus ini, Embolo dianggap melakukan diving setelah dijatuhkan Paredes.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Kami dihukum oleh aturan yang menurut saya sama sekali tidak bisa diterima. Aturan ini menghancurkan permainan kami hari ini," ujarnya. Yakin mengaku sudah menyiapkan pemain pengganti untuk menambah daya gedor saat kartu merah itu terjadi. Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui keberpihakan keberuntungan. "Kami harus realistis, keberuntungan ada di pihak kami hari ini," katanya.
Bagi Embolo, turnamen ini memang penuh lika-liku. Sebelumnya, ia sempat terlambat bergabung dengan skuad karena masalah visa terkait kasus hukum di Basel pada 2018. Ia absen dalam penerbangan perdana tim ke California dan baru tiba setelah rekan setimnya menetap di basecamp. Meski demikian, Yakin membela pemainnya. "Dia hancur hati. Saya tidak menyalahkannya sama sekali. Dia pemain tim sejati," ujar Yakin.
Insiden ini kembali memicu diskusi tentang penggunaan VAR dalam keputusan diving. Mantan striker Manchester City, Bradley Wright-Phillips, menilai Embolo telah mengkhianati rekan setimnya. "Saya tidak bersimpati padanya. Dia telah membuat timnya kehilangan peluang lolos ke semifinal," ujarnya di ITV. Sebelumnya, aturan serupa juga diterapkan pada pemain Paraguay Miguel Almiron di fase grup.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Swiss yang tampil solid sepanjang turnamen. Dengan tersingkirnya Swiss, Argentina melaju ke semifinal dan menjadi kandidat kuat juara. Pertanyaannya, akankah FIFA meninjau kembali aturan mistaken identity yang dinilai terlalu kaku? Atau justru sebaliknya, wasit akan semakin ketat dalam menerapkan aturan diving?



