De Ketelaere Patahkan Rekor 649 Menit Spanyol, Belgia ke Semifinal Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Atalanta Charles De Ketelaere mencetak gol penyeimbang untuk Belgia, mengakhiri catatan tanpa kebobolan kiper Spanyol Unai Simon yang mencapai 649 menit di Piala Dunia.
- Rekor Simon melampaui pencapaian legenda Italia Walter Zenga (517 menit) dan bertahan sejak edisi 2022, sebelum dihentikan oleh sundulan De Ketelaere pada perempat final 2026.
- Kemenangan Belgia atas Spanyol membawa mereka ke semifinal melawan Prancis, memperkuat posisi De Ketelaere sebagai pemain kunci dengan tiga gol dalam dua laga terakhir.

Catatan impresif kiper Spanyol Unai Simon akhirnya terhenti setelah 649 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia. Sundulan tajam Charles De Ketelaere pada laga perempat final melawan Belgia, Kamis (10/7/2026), tidak hanya menyamakan kedudukan tetapi juga memecahkan rekor yang telah bertahan lintas edisi turnamen.
Simon sebelumnya memegang rekor menit terbanyak tanpa kebobolan dalam sejarah Piala Dunia, mengalahkan catatan Walter Zenga yang mencapai 517 menit pada Italia 1990. Rekor tersebut dibangun sejak fase grup Piala Dunia 2022 dan berlanjut hingga babak gugur edisi 2026. Namun, pada menit ke-68 pertandingan, De Ketelaere yang berperan sebagai false nine sukses menanduk umpan silang akurat untuk menjebol gawang Simon.
Gol tersebut merupakan yang ketiga bagi De Ketelaere dalam dua pertandingan terakhir Belgia. Sebelumnya, ia mencetak dua gol dan satu assist saat Belgia menghancurkan Amerika Serikat 4-1 di babak 16 besar. Kontribusinya menjadi krusial setelah Belgia tertinggal lebih dulu lewat gol Fabian Ruiz, mantan gelandang Napoli yang kini membela timnas Spanyol.
Pencapaian De Ketelaere menarik perhatian karena ia tidak bermain sebagai striker murni. Pelatih Belgia mempercayakannya sebagai false nine, peran yang memungkinkannya turun ke tengah untuk menciptakan ruang bagi rekan setim. Strategi ini terbukti efektif, terutama saat melawan Spanyol yang dikenal dengan penguasaan bola. Menurut analis sepak bola Eropa, fleksibilitas De Ketelaere menjadi senjata ampuh Belgia di turnamen ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa De Ketelaere menjadi sorotan karena ia merupakan salah satu pemain muda yang bersinar di Serie A bersama Atalanta. Liga Italia kerap menjadi acuan bagi pemain Indonesia yang ingin berkarier di Eropa, dan keberhasilan De Ketelaere menunjukkan bahwa pengalaman di kompetisi ketat seperti Serie A dapat membawa dampak positif di panggung dunia. Selain itu, duel Belgia vs Prancis di semifinal akan menjadi tontonan menarik, mengingat kedua tim memiliki sejarah persaingan yang ketat.
Dengan tersingkirnya Spanyol, turnamen Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Belgia, yang belum pernah menjuarai Piala Dunia, kini berpeluang besar melangkah ke final. Pertanyaan besarnya: mampukah De Ketelaere kembali menjadi pembeda saat menghadapi tim sekuat Prancis? Atau justru pertahanan Les Bleus yang dipimpin kiper andalan mereka akan mampu meredam agresivitas Belgia?



