Pirlo Kandidat Terkuat Pelatih Timnas Italia, Maldini dan Leonardo Jadi Dalang
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo disebut-sebut sebagai favorit baru untuk menukangi Italia, menggantikan Conte dan Mancini yang sebelumnya diunggulkan.
- Paolo Maldini dan Leonardo, yang kini memegang kendali teknis Azzurri, disebut ingin kembali bekerja sama dengan eks rekan setim di AC Milan.
- Dengan gaji yang lebih rendah dibanding kandidat lain, Pirlo dinilai sebagai opsi realistis di tengah keterbatasan finansial FIGC.

Andrea Pirlo tiba-tiba melesat menjadi kandidat utama pelatih Timnas Italia, menggantikan nama-nama besar seperti Antonio Conte dan Roberto Mancini. Kabar ini mencuat setelah Corriere dello Sport melaporkan bahwa Paolo Maldini dan Leonardo, yang kini memegang kendali sebagai direktur teknis dan konsultan, menginginkan reunian dengan mantan rekan setim di AC Milan tersebut.
Keputusan FIGC untuk menunjuk seorang direktur teknis—posisi yang sebelumnya tidak ada dalam struktur Azzurri—membuka jalan bagi perubahan besar. Maldini dan Leonardo kini bertanggung jawab penuh memilih pelatih yang akan memimpin Italia pada laga Nations League September mendatang. Nama Pirlo muncul sebagai kejutan di tengah spekulasi yang sebelumnya didominasi oleh Conte, Mancini, dan bahkan Pep Guardiola.
Pirlo, yang kini berusia 47 tahun, memang memiliki rekam jejak kepelatihan yang masih terbatas. Ia pernah menangani Juventus pada musim 2020-21 dengan memenangkan Coppa Italia, lalu melatih Karagumruk di Turki, dan sempat singgah di Sampdoria hingga Agustus 2024. Saat ini ia melatih United FC di Dubai. Namun, pengalaman bermainnya sebagai gelandang legendaris AC Milan dan juara dunia 2006 menjadi modal besar, terutama karena ia memiliki hubungan dekat dengan Maldini dan Leonardo sejak era keemasan Rossoneri (2001-2011).
Dari segi finansial, Pirlo menjadi opsi yang lebih realistis. FIGC tengah berhemat, dan gaji Pirlo diperkirakan tidak akan membebani kas federasi. Hal ini berbeda dengan Conte atau Mancini yang memiliki banderol tinggi, apalagi Guardiola yang jelas di luar jangkauan. Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah ini bisa menjadi solusi jangka pendek yang cerdas, meski tetap berisiko mengingat minimnya pengalaman Pirlo di level tertinggi.
Kabar ini tentu menarik perhatian pencinta sepak bola Indonesia, yang mengenal Pirlo sebagai ikon gaya bermain elegan. Jika terwujud, Pirlo akan menjadi pelatih berlabel bintang yang bisa membangkitkan kembali kejayaan Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Namun, tantangan berat menanti: membangun kembali tim yang solid dengan generasi pemain baru seperti Nicolò Barella dan Federico Chiesa.
“Pirlo adalah sosok yang dihormati, tapi apakah ia siap secara taktik dan mental untuk menangani tekanan publik Italia?” ujar analis sepak bola asal Milan, Luca Bianchi.
Ke depannya, keputusan FIGC akan menjadi ujian bagi Maldini dan Leonardo. Apakah mereka akan memilih Pirlo sebagai simbol nostalgia atau justru mencari pelatih yang lebih berpengalaman? Satu hal yang pasti, skenario ini menambah warna dalam perburuan pelatih baru Italia yang sebelumnya terkesan monoton.



