Hadapi Messi di Semifinal Piala Dunia, Bek Muda Inggris: Ini Kesempatan Sekali Seumur Hidup
Baca dalam 60 detik
- Nico O'Reilly, bek kiri Inggris berusia 21 tahun, mengaku antusias menghadapi Lionel Messi di semifinal Piala Dunia melawan Argentina, yang disebutnya sebagai tantangan sekali seumur hidup.
- Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 21 gol, termasuk delapan gol di turnamen ini, dan menjadi ancaman utama bagi Inggris.
- Kiper Inggris Jordan Pickford mengingatkan timnya untuk tidak terfokus hanya pada Messi, karena Argentina memiliki kekuatan lain yang perlu diwaspadai.

Bek kiri tim nasional Inggris, Nico O'Reilly, menyebut pertandingan semifinal Piala Dunia melawan Argentina pada Rabu (17/7) sebagai kesempatan yang hanya datang sekali seumur hidup. Pasalnya, ia akan berhadapan langsung dengan megabintang Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun dan diperkirakan akan pensiun dalam waktu dekat.
Inggris melaju ke semifinal setelah mengalahkan Norwegia 2-1 dalam pertandingan melelahkan di Miami, Sabtu lalu. Kini, anak asuh Thomas Tuchel harus bersiap menghadapi juara bertahan Argentina yang menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1. Laga ini akan menjadi pertama kalinya Messi berhadapan dengan Inggris di ajang Piala Dunia, dan bisa jadi yang terakhir mengingat usianya.
O'Reilly, yang bermain untuk Manchester City, belum pernah bertemu Messi di level klub. Jika diturunkan sebagai starter di pos bek kiri, ia kemungkinan besar harus menjaga Messi secara langsung. "Saya tidak sabar. Ini kesempatan sekali seumur hidup. Dia mendekati akhir kariernya. Bagi saya pribadi, dia adalah pemain terbaik yang pernah menginjak lapangan sepak bola. Saya menantikan tantangan ini," ujar O'Reilly kepada BBC Radio 5 Live.
Messi memulai turnamen dengan mencetak hat-trick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan menggeser rekor Miroslav Klose yang bertahan sejak 2014. Hingga saat ini, Messi telah mengoleksi 21 gol di Piala Dunia, dengan delapan gol di turnamen iniโmenyamai Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas.
Meski Messi menjadi ancaman utama, kiper Inggris Jordan Pickford mengingatkan timnya untuk tidak lengah. "Dia telah mencetak banyak gol dan berkontribusi besar sepanjang kariernya. Sangat menyenangkan akhirnya bisa menghadapinya setelah sekian lama, sejak saya menontonnya saat kecil. Kami semua tahu betapa hebatnya Messi, tapi kami juga tahu betapa hebatnya Argentina. Kami tidak bisa hanya mengandalkan [menghentikan] Messi. Kami harus fokus pada kekuatan lain dan kelemahan yang bisa kami manfaatkan," kata Pickford di pusat latihan Inggris di Kansas, Senin.
Pemenang semifinal ini akan bertemu dengan pemenang antara Prancis dan Spanyol yang bertanding pada Selasa (18/7) di final yang akan digelar di New York New Jersey Stadium, Minggu, 19 Juli. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disaksikan karena mempertemukan dua kekuatan besar dengan cerita yang emosional: Messi yang mungkin menjalani laga terakhirnya di Piala Dunia melawan generasi muda Inggris yang haus prestasi.
Pertanyaan besarnya, mampukah Inggris meredam Messi dan mengulangi kesuksesan mereka di Piala Dunia 1966? Atau akankah Argentina kembali menunjukkan dominasinya sebagai juara bertahan? Semua akan terjawab di Atlanta.



