Norwegia di Persimpangan: Solbakken Harus Pilih Sayap Tepat Hadapi Inggris
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, dihadapkan pada dilema memilih pemain sayap setelah penampilan impresif pemain pengganti melawan Brasil.
- Duo Andreas Schjelderup dan Oscar Bobb sukses membalikkan keadaan saat starter Antonio Nusa dan Alexander Sorloth kesulitan menembus pertahanan Brasil.
- Keputusan Solbakken di lini sayap akan menjadi kunci strategi Norwegia menjinakkan Inggris di perempat final Piala Dunia 2026.

Pelatih timnas Norwegia, Stale Solbakken, harus mengambil keputusan sulit di lini sayap jelang duel perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Sabtu (11/7) mendatang. Performa gemilang pemain pengganti di babak kedua saat mengalahkan Brasil 2-1 membuat publik mendesak perubahan susunan starter.
Sejak turnamen dimulai, Solbakken lebih sering mengandalkan Antonio Nusa dan Alexander Sorloth sebagai starter di sisi sayap. Namun, keduanya kesulitan menembus pertahanan Brasil di babak pertama. Pada jeda pertandingan, Solbakken menarik mereka keluar dan memasukkan Andreas Schjelderup serta Oscar Bobb. Keputusan itu terbukti jitu: Schjelderup langsung mencatatkan assist ketiganya di turnamen ini untuk gol pembuka Erling Haaland.
"Saya tidak benar-benar menyangka akan masuk saat jeda, Anda agak kaget dan terkejut, tapi saya sudah siap jika dibutuhkan," ujar Schjelderup kepada surat kabar VG. Sementara itu, Sorloth mengaku kecewa saat ditarik keluar. "Saya marah saat itu, tapi saya bicara dengan Stale setelahnya. Kami berteman baik sekarang, tapi saya tidak mengerti banyak saat itu terjadi," katanya.
Solbakken sendiri membela keputusannya. Ia menilai Nusa dan Sorloth tidak bermain buruk, tetapi kebutuhan taktik pada babak kedua membutuhkan tipe pemain yang berbeda. "Mereka melakukan pekerjaan bagus secara defensif dan juga terlibat ofensif, tapi permainan menuntut kami membutuhkan tipe pemain yang berbeda," jelas Solbakken.
Pilihan pemain sayap menjadi krusial karena peran ganda mereka dalam skema Solbakken. Di sisi ofensif, mereka diharapkan bisa memotong ke dalam untuk melepaskan tembakan atau melebar untuk mengirim umpan silang ke Haaland. Di sisi defensif, mereka harus ikut menekan tinggi bersama Haaland dan turun membantu bek sayap saat menghadapi lawan yang lincah.
Menghadapi Inggris yang memiliki pemain sayap cepat seperti Bukayo Saka dan Phil Foden, disiplin defensif pemain sayap Norwegia akan diuji. Jika Solbakken memilih Schjelderup dan Bobb yang lebih segar dan kreatif, ia harus siap dengan konsekuensi bahwa duet Nusa-Sorloth mungkin kehilangan kepercayaan diri. Sebaliknya, jika tetap mempertahankan starter lama, ia berisiko kehilangan momentum yang telah dibangun tim.
Bagi Indonesia, pertandingan ini bisa menjadi tontonan menarik untuk mempelajari bagaimana tim dengan sumber daya terbatas mampu bersaing di level tertinggi. Norwegia, yang tidak diunggulkan, telah menunjukkan bahwa semangat tim dan keputusan taktik yang berani bisa membawa mereka jauh. Pelajaran tentang manajemen skuad dan rotasi pemain ini relevan bagi perkembangan sepak bola Indonesia yang tengah membangun tim nasional yang kompetitif.
Keputusan Solbakken akan menjadi sorotan utama. Apakah ia akan mempertahankan formula yang sudah berjalan atau berani melakukan perubahan demi mengimbangi kekuatan Inggris? Jawabannya akan menentukan apakah Norwegia bisa melanjutkan mimpi indah mereka atau harus pulang lebih awal.



