Gagal Gaet Ederson, Manchester United Alihkan Incaran ke Remaja Lille Ayyoub Bouaddi
Baca dalam 60 detik
- Manchester United membatalkan transfer gelandang Atalanta Ederson senilai ยฃ40 juta setelah masalah medis, meski klub Italia membantah adanya cedera.
- Setan Merah kini membidik Ayyoub Bouaddi, gelandang 18 tahun Lille, yang dinilai unggul dalam duel dan kreativitas dibanding Ederson.
- Harga ยฃ60 juta untuk Bouaddi dianggap investasi jangka panjang, namun persaingan dengan Manchester City, Bayern, dan Chelsea semakin ketat.

Manchester United dipastikan menghentikan perburuan gelandang Atalanta, Ederson, setelah hasil pemeriksaan medis di Manchester memunculkan kekhawatiran. Keputusan ini membuyarkan rencana transfer senilai ยฃ40 juta yang nyaris rampung, sekaligus memaksa klub mencari alternatif di lini tengah.
Kegagalan mendatangkan pemain Brasil berusia 27 tahun itu menjadi pukulan bagi manajemen INEOS, terutama setelah mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam negosiasi. Ederson, yang tengah membela tim nasional Brasil di Piala Dunia, disebut mengalami cedera meniskus pada 2025, meski Atalanta bersikeras bahwa sang pemain dalam kondisi 100 persen fit. Ketidakjelasan penyebab batalnya transfer ini membuat United harus bergerak cepat mengingat lubang besar di lini tengah setelah kepergian Casemiro akhir Juni lalu.
Alih-alih bersikukuh pada Ederson, Manchester United dilaporkan telah membuka pembicaraan dengan perwakilan Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Lille yang baru berusia 18 tahun. Menurut jurnalis Ben Jacobs, United sudah melakukan inquiry resmi, namun harus bersaing dengan Manchester City, Bayern Munich, dan Chelsea yang juga memantau situasi pemain asal Maroko tersebut. Keputusan Bouaddi diperkirakan akan segera terungkap setelah Maroko tersingkir dari Piala Dunia.
Perbandingan statistik Bouaddi dan Ederson pada musim 2025/26 menunjukkan keunggulan sang remaja. Bouaddi mencatatkan lebih banyak tekel per 90 menit, tingkat keberhasilan duel darat yang lebih tinggi, serta lebih banyak menciptakan peluang dan sukses menggiring bola. Analis Ben Mattinson bahkan menyebut Bouaddi sebagai pemain yang "luar biasa" dan masuk dalam 15 persen gelandang terbaik di lima liga top Eropa dalam hal sukses dribel.
Bagi Manchester United, kegagalan mendapatkan Ederson mungkin menjadi berkah tersembunyi. Bouaddi tidak hanya lebih muda, tetapi juga menawarkan profil yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktis Michael Carrick. Setelah ditinggal Casemiro, United membutuhkan gelandang bertahan yang agresif dalam merebut bola sekaligus mampu membangun serangan dari lini kedua. Statistik Bouaddi menunjukkan ia unggul dalam kedua aspek tersebut, menjadikannya kandidat ideal untuk mengisi posisi gelandang jangkar.
Namun, harga ยฃ60 juta untuk pemain berusia 18 tahun tetap menjadi risiko besar. Meski potensinya sangat menjanjikan, tekanan untuk tampil di Old Trafford bisa menjadi beban tersendiri. Apalagi, persaingan dengan klub-klub raksasa Eropa lainnya bisa memicu perang penawaran yang menguras anggaran. United harus memastikan bahwa investasi ini sepadan dengan proyeksi jangka panjang, terutama jika Bouaddi mampu menjadi pilar lini tengah selama satu dekade ke depan.
Langkah selanjutnya akan menentukan arah bursa transfer United. Jika Bouaddi memilih bergabung dengan rival, Carrick harus mencari opsi lain di tengah pasar yang semakin terbatas. Pertanyaan besarnya: akankah manajemen INEOS berani mengambil risiko besar demi masa depan, atau justru kehilangan momentum di tengah persaingan Premier League yang semakin ketat?



