Harry Kane Ceritakan Momen Bermain Golf dengan Donald Trump: 'Sungguh Surealis'
Baca dalam 60 detik
- Kapten timnas Inggris Harry Kane mengaku pernah bermain golf dengan Presiden AS Donald Trump di Florida 18 bulan lalu.
- Pertemuan itu terjadi saat Kane berada di Palm Beach, dan ia menyebut pengalaman tersebut sebagai momen unik yang tak terlupakan.
- Kane kini fokus memimpin Inggris menghadapi Norwegia di perempat final Piala Dunia, sementara Trump memuji kemampuan bermain golf sang striker.

Kapten timnas Inggris, Harry Kane, mengungkapkan pengalaman tak lazimnya bermain golf bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Florida sekitar 18 bulan lalu. Striker Bayern Munich itu menyebut pertemuan tersebut sebagai momen yang terasa 'surealis' dan mengaku bersyukur atas undangan yang datang langsung dari seorang kepala negara.
Dalam sesi wawancara menjelang laga perempat final Piala Dunia melawan Norwegia di Miami, Kane menceritakan bahwa undangan itu diterimanya saat tengah berada di Palm Beach. "Ketika presiden mengundang Anda ke suatu tempat, Anda tidak bisa menolak," ujarnya. Kane menambahkan bahwa ia bermain cukup baik saat itu, meskipun ia lebih terkesan dengan kualitas permainan golf Trump yang dinilainya masih prima di usia 80 tahun.
"Semoga saya bisa bermain golf sebaik dia di usianya nanti. Ini benar-benar pengalaman unik, dan saya hanya bersyukur diundang," kata Kane. Pernyataan ini muncul setelah Trump sebelumnya menyebut bahwa ia dan Kane pernah bermain bersama. Trump pun memuji Kane sebagai pemain hebat dan pegolf yang baik, terutama setelah Kane mencetak enam gol dan satu assist untuk Inggris di Piala Dunia edisi kali ini.
Pertemuan antara bintang sepak bola dan politikus top dunia memang bukan hal baru, namun momen ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah persiapan Inggris menuju laga krusial. Kane sendiri dikenal sebagai sosok yang tenang dan fokus, sehingga pengakuan ini sedikit banyak mengungkap sisi lain dari kapten timnas Inggris tersebut. Di sisi lain, hubungan baik antara Kane dan Trump bisa menjadi nilai tambah dalam promosi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko.
Bagi publik Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa atlet papan atas kerap memiliki akses ke lingkaran kekuasaan global. Meski tidak berdampak langsung pada sepak bola Indonesia, hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda bahwa prestasi di level tertinggi membuka peluang interaksi dengan tokoh-tokoh dunia. Selain itu, momen ini juga menunjukkan betapa besarnya perhatian dunia terhadap Piala Dunia yang akan datang, termasuk potensi ekonomi dan diplomasi olahraga yang menyertainya.
Kini, Kane harus mengalihkan fokus penuhnya ke lapangan. Inggris dijadwalkan menghadapi Norwegia di perempat final, dan performa Kane akan menjadi kunci. Pertanyaannya, mampukah ia membawa pulang trofi Piala Dunia dan menambah daftar pengalaman surealisnya? Atau justru tekanan dari sorotan media akan mempengaruhi permainannya? Publik sepak bola dunia menanti jawabannya.



