Panggung Piala Dunia: Kanada vs Maroko, Duel David dan El Aynaoui di Babak 16 Besar
Baca dalam 60 detik
- Kanada dan Maroko akan bertemu di babak 16 besar Piala Dunia, dengan Jonathan David dan Neil El Aynaoui menjadi starter.
- Pertandingan di Houston ini menjadi ajang pembuktian bagi pemain Serie A yang tampil impresif di turnamen.
- Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Prancis atau Paraguay di perempat final pada 9 Juli.

Babak 16 besar Piala Dunia mempertemukan Kanada dan Maroko di Houston, dengan dua pemain Serie A, Jonathan David (Juventus) dan Neil El Aynaoui (Roma), menjadi sorotan utama. Laga yang berlangsung pada pukul 18.00 waktu setempat ini tidak hanya menentukan langkah kedua tim menuju perempat final, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain yang tengah bersinar di turnamen.
Kanada datang dengan modal beragam. Meski Jonathan David kesulitan di musim pertamanya bersama Juventus, performanya di tim nasional membuktikan kualitas yang membuat klub asal Turin itu merekrutnya. Ia mencetak hat-trick saat Kanada menghancurkan Qatar 6-0, namun hasil imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina serta kekalahan 2-1 dari Swiss membuat perjalanan mereka tidak mulus. Kanada nyaris tersingkir di babak 32 besar sebelum gol dramatis Stephen Eustaquio memastikan kemenangan atas Afrika Selatan.
Di sisi lain, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Piala Afrika dengan kontroversi, termasuk final kacau melawan Senegal yang masih dalam proses banding. Tim asuhan Walid Regragui juga menahan imbang Brasil 1-1, mengalahkan Skotlandia dan Haiti, serta menyingkirkan Belanda melalui adu penalti. Neil El Aynaoui, gelandang Roma, menjadi salah satu bintang turnamen ini dan berharap dapat meningkatkan reputasinya.
Pertandingan ini juga menyajikan duel pemain-pemain yang pernah atau masih bermain di Italia. Achraf Hakimi (Inter), Anass Salah-Eddine (Roma), Brahim Diaz (AC Milan), dan Sofyan Amrabat (Fiorentina) menjadi andalan Maroko. Sementara itu, Kanada mengandalkan Tajon Buchanan (Inter) di sisi kanan, meski Alphonso Davies harus memulai dari bangku cadangan karena cedera. Sassuolo kehilangan Ismael Kone yang mengalami patah kaki, namun ia tetap memberikan dukungan dari tribun.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menampilkan pemain-pemain yang akrab dengan Serie A, liga yang banyak diikuti di tanah air. Jonathan David, yang sempat diragukan di Juventus, justru bersinar di panggung dunia. Sementara itu, Neil El Aynaoui menjadi bukti bahwa pemain muda Afrika mampu bersaing di level tertinggi. Pertandingan ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi pemain diaspora Maroko yang memperkuat klub-klub Eropa.
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, laga ini diprediksi berlangsung ketat. Kanada mengandalkan kecepatan dan daya gedor David, sementara Maroko memiliki lini tengah solid yang dipimpin El Aynaoui dan Amrabat. Pertanyaan besarnya: akankah Kanada mampu mengulang kejutan seperti saat mengalahkan Qatar, atau Maroko akan melanjutkan dominasinya setelah sukses di Piala Afrika?



