Johan Manzambi: Bintang Muda Swiss yang Memburu Panggung Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Swiss berusia 20 tahun, Johan Manzambi, mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 dengan lima kontribusi gol, memecahkan rekor pemain termuda.
- Penampilannya di Freiburg dan Piala Dunia membuat Newcastle United dan sejumlah klub Eropa berlomba mendapatkannya.
- Manzambi dijadwalkan menentukan masa depannya setelah turnamen, dengan Newcastle sebagai salah satu kandidat terdepan.

Johan Manzambi belum genap setahun menjadi pemain inti Freiburg atau memperkuat tim nasional Swiss senior, namun ambisinya untuk tampil di Piala Dunia 2026 sudah terpatri jauh sebelum debutnya. Kini, di usia 20 tahun, ia menjadi salah satu pemain muda paling bersinar di turnamen tersebut, mencatatkan rekor sebagai pemain termuda dengan lima kontribusi gol dalam satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan data dimulai.
Perjalanan Manzambi di Piala Dunia dimulai dari bangku cadangan. Pelatih Murat Yakin terpaksa memainkannya setelah ia mencetak dua gol saat masuk sebagai pemain pengganti melawan Bosnia dan Herzegovina di laga kedua fase grup. Manzambi kemudian membayar kepercayaan itu dengan satu gol dan satu assist pada debutnya sebagai starter kontra Kanada, serta menyumbang assist pada kemenangan atas Aljazair di babak 32 besar. Cedera lutut membuatnya absen saat Swiss mengalahkan Kolombia di babak 16 besar, dan statusnya untuk perempat final melawan Argentina masih belum pasti.
Penampilan impresif Manzambi bukanlah kejutan bagi mereka yang mengikuti perkembangannya di Freiburg. Ia menjadi motor permainan timnya saat melaju ke final Liga Europa musim lalu, sekaligus dinobatkan sebagai pemain muda terbaik kompetisi ituโmengikuti jejak Rayan Cherki dan Florian Wirtz. Musim pertamanya sebagai starter langsung menghasilkan 13 kontribusi gol, termasuk gol jarak jauh yang memukau melawan Bayern Munich di Bundesliga dan Braga di Eropa.
Yang membedakan Manzambi dari pemain muda lainnya adalah mentalitasnya. Mantan pelatih Freiburg II, Benedetto Muzzicato, menceritakan bagaimana Manzambi pernah meminta mengulang pembahasan taktik setelah latihan yang melelahkan karena merasa belum paham. "Dia ingin berkembang setiap hari. Justru kami harus memperlambatnya, bukan memotivasinya," ujar Muzzicato. Luigi Pisino, yang melatihnya di akademi Servette, menambahkan bahwa Manzambi tetap rendah hati dan dekat dengan keluarga, yang membantunya bermain tanpa beban.
Ketertarikan Newcastle United pada Manzambi bukanlah hal baru. Klub asal Inggris itu tengah melakukan peremajaan skuad dengan merekrut pemain muda seperti Bazoumana Toure (ยฃ43 juta) dan Ewen Jaouen (ยฃ18,5 juta), serta hampir menyelesaikan transfer Sean Steur dari Ajax (ยฃ23 juta). Penjualan Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dengan nilai hingga ยฃ100 juta memberi ruang fiskal bagi Newcastle untuk bergerak. Namun, Freiburg berada dalam posisi tawar yang kuat setelah performa Manzambi di Piala Dunia, dan persaingan dari klub lain masih terbuka.
Manzambi telah mengganti agen menjelang bursa transfer dan menyatakan akan memutuskan masa depannya setelah Piala Dunia. Dua pekan ke depan menjadi krusial. Newcastle pernah gagal mendapatkan Victor Munoz yang tiba-tiba direbut Liverpool, sehingga mereka tetap waspada. Namun, seperti dikatakan Yann Sturm, rekan setimnya di Freiburg: "Saya yakin dia akan membuat langkah besar berikutnya." Pertanyaannya, apakah langkah itu akan membawanya ke St James' Park atau ke tempat lain?



