Wales Patahkan Kutukan Tiga Tahun: Enam Try Bungkam Fiji di Nations Championship
Baca dalam 60 detik
- Wales mengakhiri paceklik kemenangan beruntun selama tiga tahun setelah menekuk Fiji 39-24 dalam laga pembuka Nations Championship di Cardiff.
- Flanker Jac Morgan menjadi bintang dengan dua try dan pertahanan kokoh, sementara tiga dari enam try Wales lahir dari maul yang terorganisir.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum Wales bertandang ke Argentina dan Afrika Selatan, sekaligus menunjukkan efektivitas permainan set-piece.

Wales akhirnya memutus rantai hasil negatif yang membelenggu selama tiga tahun. Dalam laga pembuka Nations Championship di Cardiff City Stadium, Sabtu (5/7), tim asuhan Steve Tandy menundukkan Fiji dengan skor telak 39-24 melalui enam try yang impresif. Kemenangan ini menjadi yang pertama kalinya Wales meraih dua kemenangan internasional beruntun sejak Piala Dunia 2023.
Pertandingan yang secara administratif merupakan laga kandang Fiji—karena Negeri Kepulauan itu belum memiliki stadion yang memenuhi standar turnamen—justru menjadi panggung kebangkitan Wales. Meskipun Fiji mendominasi statistik penyerangan dengan 25 offload, 104 carry, dan 469 meter yang diraih pada babak pertama, Wales mampu bertahan dengan disiplin tinggi. Strategi set-piece yang diusung pelatih Steve Tandy terbukti jitu: tiga dari enam try Wales lahir dari skema driving maul yang sulit dibendung.
Flanker Jac Morgan tampil sebagai pemain terbaik berkat dua try dan kontribusi defensif yang gemilang. Try pertama Wales tercipta setelah Morgan didorong melewati garis dari maul, sementara try keduanya pada awal babak kedua kembali memanfaatkan keunggulan fisik di lini depan. Selain Morgan, try Wales lainnya dicetak oleh Rhys Carre, Josh Adams, Ryan Elias, dan Eddie James. Fiji sempat memberikan perlawanan sengit melalui try Pita Gus Sowakula, Elia Canakaivata, dan Selestino Ravutaumada, namun kehilangan konsistensi di babak kedua.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Wales yang tengah dilanda krisis kepercayaan diri. Sebelum laga, hubungan antara Welsh Rugby Union (WRU) dan para pemain sempat memanas akibat sengketa soal biaya pertandingan yang baru terselesaikan tiga hari sebelum kick-off. Kapten Dewi Lake dan anggota dewan WRU Jamie Roberts secara terbuka mengkritik situasi tersebut, namun Tandy menegaskan tidak ada latihan yang terlewat. Di sisi lain, Fiji harus menjalani tiga laga di Inggris Raya pada Juli ini karena ketiadaan stadion yang layak di kampung halaman mereka. Pendapatan dari pertandingan ini diharapkan dapat membantu pembangunan stadion baru pada 2030.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Nations Championship merupakan turnamen baru yang menggantikan format lama dan menjadi ajang bagi tim-tim non-unggulan untuk mengukur kekuatan. Keberhasilan Wales mengalahkan tim peringkat lebih tinggi (Fiji berada di posisi 12, Wales di 14) menunjukkan bahwa faktor home advantage dan persiapan taktis masih menjadi penentu. Sementara itu, nasib Fiji yang harus bermain jauh dari kandang mengingatkan pada tantangan logistik yang dihadapi tim-tim dari kawasan Pasifik. Jika Indonesia suatu saat ingin bersaing di level internasional, infrastruktur dan stabilitas organisasi menjadi prasyarat mutlak.
Pertandingan ini juga menjadi panggung bagi pemain-pemain kunci yang kembali memperkuat Wales. Louis Rees-Zammit, yang sebelumnya bermain di posisi full-back, ditempatkan sebagai wing dan menunjukkan kecepatan yang merepotkan pertahanan Fiji. Sementara itu, Aaron Wainwright menjadi satu-satunya pemain yang tampil di seluruh pertandingan Wales sepanjang 2026. Di kubu Fiji, absennya Semi Radradra karena cedera menjadi pukulan berarti, mengingat pengalamannya di level internasional.
Ke depan, Wales akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke Argentina dan Afrika Selatan. Sementara Fiji akan meladeni Inggris di Liverpool dan Skotlandia di Murrayfield. Pertanyaan besarnya: mampukah Wales mempertahankan konsistensi setelah sekian lama terpuruk? Ataukah kemenangan ini hanya kilasan sesaat yang ditutupi oleh kelemahan lawan? Nations Championship akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kebangkitan rugby Wales.



