Keok 125 Run dari Inggris, India Alami Kekalahan Terburuk di T20
Baca dalam 60 detik
- Inggris membabat India dengan selisih 125 run di Trent Bridge, menjadikannya kekalahan terbesar India di format T20.
- Duet pace Josh Tongue (4-28) dan Jofra Archer (3-29) menjadi mimpi buruk bagi batting India yang hanya mampu mengumpulkan 76 run.
- Kekalahan ini memperpanjang tren negatif India setelah sebelumnya dibantai Irlandia, memicu evaluasi total tim.

Tim nasional India menelan kekalahan paling memalukan dalam sejarah T20 mereka setelah dihancurkan Inggris dengan selisih 125 run di Trent Bridge, Selasa (7/7). Kekalahan ini membuat India tertinggal 0-2 dalam seri lima pertandingan dan memunculkan tanda tanya besar atas kesiapan juara dunia tersebut.
Kecepatan bola yang dihasilkan Josh Tongue dan Jofra Archer menjadi senjata utama Inggris. Tongue mencatatkan 4-28 sementara Archer menyumbang 3-29, membuat lini batting India runtuh total. Hanya dalam 15,2 over, India tersungkur dengan skor 76โtotal terendah mereka di T20 internasional.
Kapten India, Shreyas Iyer, tidak menahan kekecewaannya. "Ini atrocious. Saya tidak bisa mencari kata yang lebih halus. Kekalahan dengan margin sebesar ini jelas tidak bisa diterima," ujarnya. Iyer menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan perubahan mentalitas pemain untuk kembali ke jalur kemenangan.
Keruntuhan India dimulai ketika Abhishek Sharma (10) tertangkap di deep point oleh Phil Salt dari lemparan Tongue. Bencana berlanjut saat remaja 15 tahun Vaibhav Sooryavanshi, yang sempat memukul dua sixes dalam 13 run dari lima bola, harus kembali ke paviliun setelah glove-nya terkena bola Archer dan ditangkap Jos Buttler. Buttler sendiri tampil gemilang dengan empat tangkapan dan satu stumping.
Harapan India bertumpu pada Ishan Kishan dan Iyer, namun keduanya pulang berturut-turut akibat tangkapan Jacob Bethell. Archer kemudian menyingkirkan Axar Patel yang dipromosikan di urutan atas, membuat India terpuruk di 52-5. "Kami bermain buruk, pasti. Tapi banyak pelajaran dari sini. Pemain harus mulai berpikir bagaimana memberi dampak dan menciptakan momentum," tambah Iyer.
Di sisi lain, Inggris membangun total 201-7 berkat innings 70 run dari Phil Salt. Salt melewati maiden over dari Arshdeep Singh di awal, lalu melesat dengan tiga sixes dalam 44 bola. Sam Curran yang tidak terkalahkan dengan 41 run dari 24 bola memastikan Inggris mencapai angka kompetitif. Meski Prince Yadav (2-30) dan Harshit Rana sempat memberikan perlawanan, itu tidak cukup untuk membendung laju Inggris.
Bagi Indonesia, kekalahan telak India ini menjadi pengingat betapa dominannya pace bowling di kriket modern. Dengan banyaknya pemain Indonesia yang mengikuti perkembangan kriket global, performa Inggris menunjukkan pentingnya kecepatan dan akurasi dalam membongkar pertahanan lawan. Sementara India harus segera berbenah sebelum pertandingan keempat di Bristol pada Kamis, para penggemar kriket tanah air bisa belajar dari strategi Inggris yang memadukan kecepatan dan variasi lemparan.
Pertanyaan besarnya: mampukah India bangkit dari keterpurukan ini, atau justru Inggris akan menyapu bersih seri? Dengan dua pertandingan tersisa, tekanan kini berada di pundak Iyer dan skuadnya untuk membuktikan bahwa mereka masih layak disebut juara dunia.



