Coco Gauff Akhirnya Tembus Semifinal Wimbledon: 'Ini Terobosan di Rumput'
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff untuk pertama kalinya melaju ke semifinal Wimbledon setelah mengalahkan Jessica Pegula dalam tiga set.
- Petenis 22 tahun itu sebelumnya selalu gagal melewati babak keempat di Wimbledon, menjadikannya satu-satunya Grand Slam yang belum ia taklukkan.
- Gauff mengaku tekanan berkurang setelah kemenangan atas Bencic dan kini percaya diri menghadapi Muchova untuk merebut tiket final.

Coco Gauff akhirnya memecahkan kebuntuan di Wimbledon. Petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu memastikan tempat di semifinal untuk pertama kalinya setelah mengalahkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, dengan skor 4-6, 6-3, 6-3 di Centre Court, Selasa (7/7). Kemenangan ini tidak hanya membawanya ke babak empat besar, tetapi juga menandai apa yang disebutnya sebagai "terobosan" di permukaan rumput.
Gauff, yang saat ini menempati peringkat tujuh dunia, adalah unggulan tertinggi yang tersisa di nomor tunggal putri. Sebelumnya, ia tidak pernah melampaui babak keempat di Wimbledon, menjadikan turnamen ini satu-satunya Grand Slamโsetelah menjuarai AS Terbuka 2023 dan Prancis Terbuka 2025โyang belum pernah ia masuki perempat final. "Rasanya sangat istimewa mengingat hasil saya belakangan ini, terutama di permukaan ini," ujar Gauff, yang akan berhadapan dengan Karolina Muchova untuk memperebutkan tiket final.
Perjalanan Gauff di Wimbledon tahun ini tidak mudah. Empat pertandingan terakhirnya harus diselesaikan dalam tiga set ketat. Namun, ia membuktikan bahwa dirinya tidak bisa dianggap remeh di permukaan apa pun. "Saya bisa sedikit rileks karena, terlepas dari bagaimana sisa turnamen ini berjalan, saya benar-benar merasa telah menemukan sedikit terobosan di rumput," katanya. "Tentu saya tidak puas. Saya ingin melaju sejauh mungkin."
Gauff mengakui bahwa ia akan tertawa jika ada yang mengatakan ia akan mencapai semifinal Wimbledon tahun ini, terutama setelah dua tahun terakhir yang sulit dan kekalahan awal di Berlin. Pada 2023 dan 2024, ia tersingkir di babak pertama; pada 2024 ia mencapai babak keempat, dan pada 2022 hingga babak ketiga. Pada 2019, saat ia datang sebagai pemain kualifikasi berusia 15 tahun dan mengalahkan Venus Williams di babak pertama, ia mencapai babak 16 besar, begitu pula pada 2021.
Saat kamera menyorotnya setelah kemenangan, Gauff menoleh ke arah timnya dan berbisik tak percaya: "Ya Tuhan, bagaimana?" Ia mengaku tekanan mulai berkurang setelah kemenangan atas Belinda Bencic di babak sebelumnya. "Di masa lalu ada komentar tentang permainan saya, bagaimana mungkin tidak cocok dengan permukaan ini," katanya. "Saya pikir hanya percaya pada diri sendiri, percaya bahwa groundstroke saya cukup baik untuk bersaing dengan siapa pun di permukaan ini."
Gauff, yang dikenal religius, juga ditanya tentang takdir. "Saya merasa dalam beberapa hal cerita sudah ditulis. Tapi apakah Wimbledon bagian dari cerita saya? Saya tidak tahu," ujarnya. "Jika Anda bertanya tujuh hari lalu, jawabannya tidak. Jujur, saya sedikit menulisnya. Tapi saya harap ini bagian dari takdir saya, entah tahun ini atau di masa depan. Saya pasti ingin melihat nama saya di dinding juara."
Bagi penggemar tenis di Indonesia, pencapaian Gauff menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan kepercayaan diri bisa mengubah hambatan menjadi peluang. Wimbledon, yang sering dianggap sebagai turnamen paling prestisius, kini terbuka lebar bagi Gauff untuk menambah koleksi gelar Grand Slam-nya. Pertandingan semifinal melawan Muchova akan menjadi ujian sesungguhnya apakah terobosan di rumput ini akan berbuah gelar juara.



