Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Chris Sutton, Kejutan Paraguay, dan Nasib Brasil
Baca dalam 60 detik
- Chris Sutton memprediksi Norwegia akan menyingkirkan Brasil lewat adu penalti, memanfaatkan rekor buruk Brasil melawan tim Eropa di fase gugur.
- Paraguay yang mengejutkan Jerman akan menghadapi tantangan berat melawan Prancis, dengan kunci pertandingan terletak pada gol awal Les Bleus.
- Pengguna BBC masih unggul dalam prediksi dengan akurasi 70%, mengalahkan Sutton (61%) dan AI (63%), menunjukkan faktor kejutan masih dominan.

Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan 16 tim yang akan bertarung memperebutkan tiket ke final di MetLife Stadium, New York, pada 19 Juli. Dengan 88 dari 104 pertandingan telah berlangsung, peta persaingan mulai terbentuk, namun sejumlah laga menyimpan potensi kejutan besar, termasuk duel Brasil kontra Norwegia dan Paraguay melawan Prancis.
Chris Sutton, pakar sepak bola BBC, sukses menebak 13 dari 16 hasil di babak 32 besar, hanya meleset pada kemenangan Paraguay atas Jerman dan Maroko atas Belanda. Namun, performa pengguna BBC justru lebih impresif: dari 60.000 prediksi untuk laga Paraguay-Jerman, hanya 2% yang memilih Paraguay, tetapi secara keseluruhan pengguna memimpin dengan akurasi 70%, unggul atas Sutton (61%) dan AI (63%) yang menggunakan Microsoft Copilot Chat.
Laga Brasil vs Norwegia menjadi sorotan utama. Sutton memprediksi pertandingan akan berakhir 2-2 setelah perpanjangan waktu, dengan Norwegia menang adu penalti. Ia menyoroti statistik buruk Brasil: belum pernah mengalahkan Norwegia dalam empat pertemuan (dua imbang, dua kalah), dan selalu kalah dari tim Eropa pertama yang dihadapi di fase gugur sejak 2002. Selain itu, lini tengah Brasil yang kewalahan melawan Jepang—Casemiro mudah dilewati—menjadi celah yang bisa dieksploitasi Erling Haaland. Kiper Norwegia, Orjan Nyland, diprediksi menjadi pahlawan melalui adu penalti.
Sementara itu, Paraguay yang sukses menjungkalkan Jerman harus menghadapi Prancis. Sutton menilai jika Prancis mencetak gol cepat, maka Kylian Mbappe akan leluasa menambah pundi-pundi golnya. Namun, jika Paraguay mampu bertahan, kejutan bisa terulang. Di sisi lain, Maroko yang tampil solid diprediksi akan mengalahkan Kanada, meskipun rekan komentator Sutton, Eilidh Barbour, meyakini Prancis akan terlalu kuat di perempat final.
Pertandingan lain yang menarik perhatian adalah Inggris vs Meksiko. Inggris baru tiba pada Jumat dan harus beradaptasi dengan ketinggian Mexico City. Namun, Sutton yakin Harry Kane akan mencetak gol dan Inggris lolos. Ia juga mengkritik Cristiano Ronaldo yang dianggap menghambat Portugal, meski Goncalo Ramos tampil gemilang setelah Ronaldo ditarik keluar. Spanyol, dengan Mikel Oyarzabal yang tajam, diprediksi akan mengalahkan Portugal.
Belgia yang lolos berkat penalti kontroversial dianggap belum meyakinkan, sementara Amerika Serikat—meski kehilangan Folarin Balogun karena akumulasi kartu—masih diunggulkan berkat dukungan kandang. Argentina yang kesulitan mengalahkan Cape Verde diprediksi akan mudah menaklukkan Mesir, sedangkan Kolombia dianggap sebagai tim paling seimbang dan akan mengalahkan Swiss lewat skor 3-2 setelah perpanjangan waktu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, babak 16 besar ini menawarkan tontonan menarik dengan beberapa pertandingan yang bisa menjadi inspirasi bagi Timnas Garuda. Kejutan Paraguay dan Maroko membuktikan bahwa tim non-unggulan mampu bersaing dengan pendekatan taktis yang tepat. Sementara itu, kegagalan Brasil yang konsisten di fase gugur melawan tim Eropa menjadi pelajaran tentang pentingnya adaptasi dan keseimbangan tim. Akankah Brasil memutus rantai negatif, atau justru Norwegia yang akan menulis sejarah baru? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



