Zverev Optimistis Akhirnya Bisa Juara Wimbledon Usai Gelar Perdana Grand Slam
Baca dalam 60 detik
- Alexander Zverev melaju ke putaran ketiga Wimbledon setelah mengalahkan Valentin Royer dengan skor 6-1, 6-3, 7-6.
- Kemenangan di Prancis Terbuka bulan lalu menjadi momentum bagi Zverev yang belum pernah lolos ke perempat final Wimbledon.
- Petenis Jerman itu mengaku percaya diri bisa meraih hasil besar di All England Club tahun ini.

Alexander Zverev, unggulan kedua asal Jerman, menyatakan bahwa peluangnya untuk meraih gelar juara Wimbledon tahun ini sangat terbuka setelah ia melenggang mulus ke putaran ketiga dengan kemenangan dominan atas petenis Prancis Valentin Royer, Kamis (4/7). Kemenangan straight set 6-1, 6-3, 7-6 (7-3) itu menjadi bukti kepercayaan diri yang tengah melambung usai ia memenangkan Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka bulan lalu.
Bagi Zverev, Wimbledon selalu menjadi ajang yang sulit ditaklukkan. Dalam lima partisipasi sebelumnya, ia tak pernah melewati babak keempat. Namun, gelar juara Roland Garros yang diraih setelah mengalahkan Flavio Cobolli seolah menjadi titik balik. โKemenangan di Paris memberi saya kepercayaan diri yang berbeda. Saya merasa lebih tenang dan fokus,โ ujar Zverev dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pertandingan melawan Royer berjalan hampir sempurna bagi Zverev. Setelah kehilangan game servis pertama lawan, ia memenangkan sembilan game beruntun dan tidak memberikan satu pun break point hingga kedudukan 4-3 di set ketiga. Meski sempat goyah dengan double fault dan membiarkan Royer memaksakan tie-break, Zverev segera bangkit dan menutup pertandingan dalam waktu dua jam lebih. Ia kini akan berhadapan dengan Marcos Giron dari Amerika Serikat di putaran ketiga.
Zverev menekankan pentingnya menjaga fokus jangka pendek di tengah euforia. โDalam tenis, Anda harus punya ingatan jangka pendek, baik untuk kemenangan maupun kekalahan. Turnamen berikutnya selalu datang begitu cepat. Saya menang di Prancis, tetapi dua minggu kemudian kami sudah di Wimbledon. Saya harus mengingat bahwa saya bisa melakukannya, tetapi setiap pertandingan harus dimainkan 100 persen,โ katanya.
Sementara itu, petenis Amerika Serikat Taylor Fritz, yang mengalahkan Zverev di final Halle Open bulan lalu, juga melaju ke putaran ketiga setelah menundukkan Patrick Kypson 6-2, 6-2, 7-5. Unggulan kelima asal Australia, Alex de Minaur, tampil impresif dengan kemenangan 6-3, 6-2, 6-2 atas veteran Prancis Adrian Mannarino.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, performa Zverev menjadi sorotan karena ia adalah salah satu dari sedikit petenis top yang konsisten di semua permukaan. Jika ia mampu mempertahankan permainan seperti saat melawan Royer, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius bagi para favorit seperti Novak Djokovic atau Carlos Alcaraz. Pertanyaan besarnya: akankah Zverev akhirnya memecahkan kutukan babak keempat di Wimbledon?



