Osaka Bungkam Sabalenka, Tembus Perempat Final Wimbledon untuk Pertama Kali
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka 6-2, 7-6(2) di lapangan Centre Court, mencetak sejarah pribadi di Wimbledon.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Osaka atas Sabalenka dalam empat pertemuan terakhir, sekaligus mengakhiri dominasi Sabalenka di turnamen Grand Slam.
- Osaka akan menghadapi unggulan 10 asal Ceko, Karolina Muchova, untuk memperebutkan tiket semifinal, sementara Sabalenka harus puas dengan kekalahan straight set pertamanya sejak 2022.

Naomi Osaka akhirnya memecahkan kebuntuan di Wimbledon. Petenis Jepang itu sukses menyingkirkan unggulan teratas Aryna Sabalenka dalam pertandingan sengit di Centre Court, Selasa (8/7) waktu setempat, dengan skor 6-2, 7-6(2). Kemenangan ini mengantarkan Osaka ke perempat final Wimbledon untuk pertama kalinya sepanjang kariernya.
Osaka tampil dominan sejak awal. Ia mampu mengimbangi kekuatan pukulan Sabalenka, bahkan unggul dalam kontrol bola dan variasi serangan. Dalam waktu 32 menit, Osaka merebut set pertama dengan dua kali break. Sabalenka yang kerap melakukan kesalahan sendiri tampak frustrasi, bahkan sempat memukul kepalanya sendiri dengan raket pada set kedua. Meski unggul dalam tie-break—sebelumnya memenangkan 21 tie-break beruntun di Grand Slam—Sabalenka kali ini takluk 7-2.
Kekalahan ini menjadi yang paling awal bagi Sabalenka di Grand Slam sejak Prancis Terbuka 2022, dan pertama kalinya ia kalah straight set dalam 122 pertandingan. Sabalenka, yang belum pernah memenangkan Grand Slam tahun ini, harus mengakui keunggulan Osaka yang tampil penuh percaya diri. "Sudah lama sekali saya tidak merasakan kesenangan seperti ini di lapangan," ujar Osaka usai pertandingan.
Perubahan besar dalam tim Osaka menjadi salah satu faktor kunci. Sejak bergabung dengan Tomasz Wiktorowski—mantan pelatih Iga Swiatek—pada akhir tahun lalu, performa Osaka meningkat drastis. Ia mencapai semifinal AS Terbuka 2025, lalu mencatatkan hasil terbaik di Roland Garros, dan kini di Wimbledon. "Pria besar Polandia itu! Saya berterima kasih padanya dan seluruh tim. Mereka yang terbaik," puji Osaka.
Bagi publik tenis Indonesia, kebangkitan Osaka menjadi cerita inspiratif. Setelah cuti melahirkan pada Juli 2023, banyak yang meragukan kemampuannya kembali ke papan atas. Namun, dengan kerja keras dan dukungan tim, ia membuktikan bahwa masa keemasan belum berakhir. Di sisi lain, kegagalan Sabalenka menjadi pengingat bahwa persaingan di tenis putri semakin terbuka. Dalam 10 turnamen Grand Slam terakhir, selalu ada juara baru—menunjukkan tidak ada lagi dominasi mutlak.
Osaka selanjutnya akan berhadapan dengan Karolina Muchova, unggulan 10 asal Ceko yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Barbora Krejcikova. Muchova dikenal sebagai petenis serba bisa dengan variasi pukulan yang merepotkan. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat Muchova juga dalam performa apik. Akankah Osaka melanjutkan kejutannya dan melaju ke semifinal? Atau Muchova yang akan menghentikan lajunya? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.



